Terpilih sebagai Ketua Forum “Masisir Bu’uts”, Nur Kholis: Ini untuk Memperkuat Solidaritas sebagai Keluarga di Bu’uts - Informatika Mesir

Terbaru

Informatika Mesir

Informatika adalah "Informasi Akurat Insan Cendekia". Motto Informatika “Membangun Masa Depan dengan Dialog dan Komunikasi”. Informatika merupakan media yang bersifat informatif, dialogis, komunikatif dan transformatif. Informatika resmi didirikan di Kairo pada tahun 1995. Kantor redaksi Informatika bertempat di Wisma Nusantara 8/006, Wahran Street Rabeah el-Adawea Nasr City Cairo, Egypt.

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 09 April 2019

Terpilih sebagai Ketua Forum “Masisir Bu’uts”, Nur Kholis: Ini untuk Memperkuat Solidaritas sebagai Keluarga di Bu’uts

Foto bersama para senior Bu'uts bersama Bapak Amin Samad selaku ketua PPLN, (5/4).
Kairo, Informatikamesir.com— Menindaklanjuti kedatangan para calon mahasiswa baru (Camaba) Indonesia peraih beasiswa al-Azhar pada akhir Maret lalu, dilaksanakanlah pemilihan “Ketua Umum Forum Masisir Bu’uts” yang nantinya akan berperan sebagai wadah dan ujung tombak seluruh kegiatan para Masisir yang tinggal di kawasan Madinatul Bu’uts al-Islamiyah. Dalam pemilihan tersebut, mahasiswa tingkat II fakultas Syariah Islamiyah, Nur Kholis telah secara resmi terpilih untuk dapat mengawal kegiatan para “Masisir Bu’uts” untuk kurang lebih satu tahun ke depan. 

Pelaksanaan pemilihan tersebut merupakan salah satu dari rentetan acara “Ketika Bu’uts Bersua jilid II” yang mana merupakan perkumpulan akbar bagi seluruh Masisir yang berkediaman di Madinatul Bu’uts al-Islamiyah. Selain sebagai ajang silaturahim, acara ini juga dilaksanakan sekaligus untuk memperingati kejadian Isra’ Mi’raj 1440 H. Bertempat di Qâ’ah Kubro yang terdapat di dalam kawasan Madinatul Bu’uts al-Islamiyah, acara tersebut dilaksanakan pada hari Jum’at (5/4). 

Nur Kholis menuturkan bahwasanya tujuan dibentuknya semacam forum “Masisir Bu’uts” ini adalah untuk memperkuat kembali solidaritas yang terjalin diantara para Masisir yang berkediaman di Madinatul Bu’uts al-Islamiyah. 

“Untuk memperkuat solidaritas antar sesama keluarga di Bu’uts, kita ingin mewadahi mereka dengan membentuk suatu organisasi yang mana di dalamnya, bisa menunjang dan membantu satu sama lain khususnya dalam bidang akademik semisal bimbingan belajar (Bimbel) dan dauroh bersama para masyayikh maupun kegiatan lainnya seperti halnya olahraga rutin setiap bulannya,” ujar mahasiswa asal Semarang ini.

Dengan mempertimbangkan jumlah para “Masisir Bu’uts” yang kian bertambah dan kini telah mencapai angka sekitar 400 orang, urgensitas dari realisasi forum “Masisir Bu’uts” ini pun semakin tinggi. “Melihat beberapa tahun terakhir ini teman-teman baru di Bu’uts semakin banyak, dan sekarang pun menurut salah satu mustasyar di Bu’uts juga, orang Indonesia di sini termasuk mahasiswa dengan jumlah yang terbanyak dibandingkan dengan negara-negara yang lainnya. Oleh karena itu, Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Bu’uts ini sangatlah banyak dan sangat berkompeten di bidangnya masing-masing, khususnya para senior yang ada di Bu’uts ini, sehingga kedepannya nanti jika kita ingin mengadakan Bimbel atau kegiatan akademik lainnya, kita yang di Bu’uts ini bisa memfasilitasinya,” ujar Nur Kholis.

Setelah dilaksanakannya pemilihan ketua forum “Masisir Bu’uts”, turut dilaksanakan juga sosialisasi tata cara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang dilakukan oleh Bapak Amin Samad selaku ketua tim Panitia Pemilu Luar Negri (PPLN) yang bertugas di Mesir. 

Sebagai hiburan dalam acara ini, pemutaran video kompilasi dari setiap angkatan kedatangan di Bu’uts turut memeriahkan ajang silaturahim ini. Menurut keterangan dari saudara Rahmat Agus selaku Ketua Panitia pelaksanaan acara “Ketika Bu’uts Bersua jilid II” ini, ia menuturkan bahwasanya acara dilaksanakan untuk dapat memupuk persaudaraan antar warga Bu’uts. “Acara ini merupakan wadah untuk saling mengenal teman-teman seperjuangan,” ujar Rahmat. 

Rahmat juga menjelaskan, bahwasanya tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaan acara ini, hanya saja ada beberapa panitia yang belum mengikuti ujian “Tahdid Mustawa” sehingga sedikit membebani mereka. “Belum maksimalnya penggunaan Sound System dengan baik juga sempat menjadi kendala, beruntung rekan-rekan panitia bisa segera mengatasinya,” tambah Rahmat.

Reporter: M Nur Taufiq Alhakim
Editor: Mufida Afiya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here