Peduli Masalah Kepemimpinan, MPA Adakan Leadership Training - Informatika Mesir

Terbaru

Informatika Mesir

Informatika adalah "Informasi Akurat Insan Cendekia". Motto Informatika “Membangun Masa Depan dengan Dialog dan Komunikasi”. Informatika merupakan media yang bersifat informatif, dialogis, komunikatif dan transformatif. Informatika resmi didirikan di Kairo pada tahun 1995. Kantor redaksi Informatika bertempat di Wisma Nusantara 8/006, Wahran Street Rabeah el-Adawea Nasr City Cairo, Egypt.

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 24 Maret 2019

Peduli Masalah Kepemimpinan, MPA Adakan Leadership Training

Sesi foto bersama para peserta Leadership Training part 1 bersama pematri.
Kairo, Informatikamesir.com—Berangkat dari kepedulian terhadap pengkaderan pemimpin, Majelis Permusyawaratan Anggota Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (MPA-PPMI) Mesir mengadakan pelatihan kepemimpinan pada Jumat (22/3). Acara  yang diadakan di Aula Pasranggahan Keluarga Paguyuban Masyarakat Jawa Barat (KPMJB) ini bertujuan untuk mengkader para mahasiswa agar memiliki wawasan dan pengetahuan lebih mengenai kepemimpinan.

Apresiasi yang sangat besar disampaikan oleh Khairil Anshari selaku Ketua MPA-PPMI Mesir kepada Panitia Pemilu Raya (PPR), yang membantu Lembaga Survei MPA (LSM) menyelenggarakan acara ini dalam masa pesta demokrasi di ranah Masisir. Setelah sebelumnya sempat menggelar acara Dialog Aspirasi sebagai wadah bagi Masisir untuk menyampaikan aspirasi kepada para calon presiden dan calon wakil presiden PPMI Mesir.

“Saya sangat mengapresiasi kepada seluruh elemen yang bekerja menyukseskan acara ini. Baik dari tim PPR yang sebelum acara ini telah mengadakan acara Dialog Aspirasi, maupun pihak LSM mampu bekerja dengan baik,” tuturnya di sela sambutannya pada acara kemarin.

Setelah dibuka dengan lagu Indonesia Raya dan Mars PPMI, sesi seminar pertama dimulai dengan tema “Brainstorming; Berpikir Keras”, yang disampaikan oleh Bapak Mayor INF Hendra S Nurhono, S.I.P, M.Si. Dalam pemaparannya, pria yang sering disapa dengan Pak Hendra tersebut menjelaskan dengan rinci bagaimana seharusnya berpikir dengan keras yang tidak dipikirkan oleh orang lain. Dengan arti seorang pemimpin tidak diperkenankan untuk berada pada zona nyamannya saat memimpin.

“Menjadi seorang pemimpin itu harus bisa berpikir out of the box, dengan arti kita harus membiasakan diri kita untuk tidak berada pada zona nyaman sehingga membuat terlena,” paparnya.
Setelah sesi istirahat, seminar pun dilanjutkan kembali dengan tema “Pengelolaan Keuangan Organisasi” yang disampaikan oleh Bapak Alfani Taufik Witjaksono, S.E, M.M. yang menjelaskan tentang pentingnya posisi uang dan pengelolaannya dalam suatu organisasi.

Sesi foto bersama peserta Leadership Training bersama pemateri.
Pada sesi seminar yang terakhir, Pak Hendra menyampaikan hal terpenting dari acara ini yaitu tentang bagaimana mengatur dan mendesain sudut pandang kita dalam menilai sesuatu. Dengan berpikir pararel dengan 6 gaya pemikiran; Six thinking a hats. Karena sebuah seni memimpin itu adalah tentang bagaimana memasukkan konsep pikiran kita kepada pikiran orang lain agar mereka mengikuti arah dan tujuan pemimpin.

“Menurut Edward de bono, ada 6 gaya sudut pandang yang harus dimiliki oleh pemimpin suatu organisasi. Dengan itu pemimpin akan berpikir secara pararel dan tidak memihak kepada kelompok atau golongan manapun,” jelasnya dengan gamblang memaparkan kepada peserta.

Peserta Leadership Training part 1 ini dikukuhkan sebagai sebuah komunitas yang akan menjadi follow up dari acara ini agar terus berkesinambungan dan menciptakan pemimpin-pemimpin handal yang siap diterjunkan pada setiap elemen di ranah Masisir maupun dunia.

Reporter: Reno Kuncoro

Editor: Mufida Afiya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here