Adakan Seminar Asean Muslimah, Tengku Masyithoh: Semoga Tidak Hanya Sampai di Sini - Informatika Mesir

Terbaru

Informatika Mesir

Informatika adalah "Informasi Akurat Insan Cendekia". Motto Informatika “Membangun Masa Depan dengan Dialog dan Komunikasi”. Informatika merupakan media yang bersifat informatif, dialogis, komunikatif dan transformatif. Informatika resmi didirikan di Kairo pada tahun 1995. Kantor redaksi Informatika bertempat di Wisma Nusantara 8/006, Wahran Street Rabeah el-Adawea Nasr City Cairo, Egypt.

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 14 Februari 2019

Adakan Seminar Asean Muslimah, Tengku Masyithoh: Semoga Tidak Hanya Sampai di Sini


Pembicara kedua sedang menyampaikan materi pada Seminar Asean Muslimah, Rabu (13/2).
Kairo, Informatikamesir.com—Sukses menyelenggarakan Seminar Asean Muslimah pada Rabu (13/2), Tengku Masyithoh berharap acara seperti ini dapat diselenggarakan kembali di tahun-tahun yang akan datang. Acara yang merupakan salah satu program kerja Wihdah PPMI Mesir di bawah komandonya ini, menggandeng empat keputrian Negara Asean seperti Malaysia, Singapura, Kamboja dan Patani Thailand.

Acara yang digelar di Dewan Malaysia Abbasiyyah Kaherah ini berawal dari keinginan untuk menghasilkan manfaat dalam skala yang lebih besar. Tema mengatakan bahwa latar belakang dari acara ini adalah silaturrahim antar keputrian Negara Asean. Ia merasa silaturrahim yang telah beberapa kali dilakukan Wihdah sejak awal masa kepengurusan perlu diangkat menjadi sebuah manfaat yang lebih luas.

Selanjutnya, dari latar belakang ini mulai terbentuk panitia acara di awal termin dua masa kepengurusan Wihdah PPMI Mesir. Tema menambahkan bahwa sebenarnya setiap keputrian memiliki tujuan yang sama. Dengan memperhatikan permasalahan yang rata-rata terjadi saat ini, maka panitia mengangkat tajuk “Memperteguh Prinsip Muslimah di Era Globalisasi.” 

Di samping itu, sebagai salah satu program perdana, Tema mewakili Wihdah PPMI Mesir bersyukur atas solidaritas yang dimiliki oleh keputrian Negara Asean. Memiliki latar belakang yang berbeda tidak menghalangi berjalannya komunikasi antar keputrian. “Saya berharap ini merupakan langkah awal bahwa ketika kita bersama-sama, kita memiliki peluang besar untuk saling berbagi. Kita tidak lagi melihat dari perbedaan asal negara masing-masing. Kita melihat adanya ukhuwah islamiyah yang membuat kita bisa memberi warna di lingkungan sekitar,” ujarnya saat sesi wawancara bersama kru Informatika.

Selain menyampaikan harapan akan diadakannya lagi acara seperti ini, Ketua Wihdah periode 2018-2019 ini menyampaikan banyaknya kekurangan yang perlu dievaluasi. Mulai dari pemilihan lokasi yang lebih luas dan persiapan panitia acara yang lebih matang untuk kedepannya. Ia juga menyampaikan kesulitan terbesar yang dialami adalah ketika mencari pembicara. Tema mengaku bahwa pembicara seminar ini merupakan pembicara ketiga dari beberapa yang telah diusahakan panitia sebelum acara.

Proses berlangsungnya Seminar Asean Muslimah.

Senada dengan Tema, Fatini mahasiswi tingkat dua Fakultas Ushuluddin juga menyampaikan harapan agar diadakannya acara ini di tahun-tahun yang akan datang. Ia menilai bahwa acara ini merupakan bukti bersatunya seluruh keputrian Negara Asean.  Mahasiswi asal Singapura ini juga mengatakan bahwa momen ini merupakan ajang untuk saling mengenal budaya masing-masing negara.  

Terakhir, Fatini menyampaikan agar kedepannya acara ini dapat dipersiapkan dengan lebih baik lagi dan memilih tempat yang lebih luas demi kenyamanan peserta. Seperti menyediakan tempat yang lebih luas untuk stan bazar dari tiap  negara.


Reporter: Mufida Afiya
Editor: Abdul Fatah Amrullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here