Petaka di Balik Wisata ke Bahnasa

Ilustrasi. (Sumber: Godepok.com)

Informatikamesir.com, Kairo – Tepatnya pada Senin (7/10/2019), wisata atau lebih tepatnya ziarah makam yang berdestinasi ke daerah Bahnasa menuai sorotan publik. Bagaimana tidak? Ratusan peserta agenda ziarah makam ini positif terjangkit diare masal.

Kejadian tersebut disinyalir mulai muncul setelah sebagian peserta menikmati fasilitas sarapan yang disediakan oleh panitia ziarah pada Sabtu pagi (5/10). 

Dugaan sementara, santapan rendang yang dihidangkan sebagai menu sarapan menjadi penyebab utama munculnya tragedi nahas ini.  

Dihimpun dari akun Twitter Rahma Rasyidah selaku salah satu orang yang mengabadikan momen ini dalam cuitannya, disampaikan bahwa agenda ini tidak hanya diikuti oleh masyarakat Indonesia, melainkan dari negara tetangga juga seperti Malaysia.

Berikut adalah laman Twitter Rahma Rasyidah sesaat setelah tragedi tersebut terjadi:


Selain itu, salah satu sumber terpercaya menyebutkan, korban penderita diare hanyalah mereka yang menikmati menu rendang. 

Diantara 1.020 peserta ziarah dengan 20 bus dan satu coaster, penumpang dari 3 bus tidak menjadi korban menu sarapan tersebut karena diisi oleh orang-orang Mesir. 

Sedangkan satu bus yang lain tidak ada yang terdeteksi mengalami diare dikarenakan menu daging yang tidak mencukupi. 

Adapun para penumpang yang terjangkit diare adalah sebanyak 16 bus. 

Pihak koordinator agenda ini, H.M, telah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta melalui status Whatsapp-nya. 

“Dan kami atas nama panitia, mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh jamaah atas kejadian tak terduga kemarin,” ungkap H.M.

Sementara itu, diketahui bahwa pihak penyedia katering hingga kini belum berkomentar atas terjadinya peristiwa malang ini.

Reporter: Nisrina Rana
Editor: Muh. Nur Taufiq al-Hakim

Post a Comment

5 Comments

  1. Hemat saya, sebagai media yg sdh bnyk pengikutnya, krg pantas jk menyebarkan aib kawan (yakni pihak penyedia katering) tanpa memberikan solusi di dalamnya. Jadi kesannya pembaca hanya diajak sebatas 'menggunjing' bersama di medsos.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Apa yg dikatakan si komentar pertama benar juga, apalagi berita ini akan menimbulkan prasangka2 buruk kpd mat'am lain sbg penyedia menu rendang, tapi bukan dialah penyedia catering pada ziarah tsb.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete