Rencanakan Olimpiade Bahasa Arab, Wihdah Mencoba Torehkan Sejarah Baru

Rencanakan Olimpiade Bahasa Arab, Wihdah Mencoba Torehkan Sejarah Baru
Thursday, August 22, 2019
Suasana Pelatihan Debat Bahasa Arab dalam rangkaian acara IALF 2019. (Sumber: Dok. Informatika/Feliani)

Informatika News, Kairo - Furna Hubbatalillah, Ketua Wihdah PPMI Mesir menyatakan bahwa nantinya, akan dilaksanakan Olimpiade Bahasa Arab di akhir kegiatan International Arabic Language Forum (IALF) 2019. Pelaksanaan Olimpiade tersebut merupakan bentuk tindak lanjut dari pelaksanaan Seminar Pembukaan IALf yang telah dihelat beberapa waktu yang lalu.

Wihdah PPMI Mesir akan bekerjasama dengan keputrian nusantara dan persatuan keputrian Internasional dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Jika benar-benar terlaksana, maka kegiatan tersebut akan menorehkan sejarah baru dalam kepengurusan Wihdah selama ini. Bentuk kerjasama berskala Internasional tersebut merupakan inovasi terbaru yang coba diupayakan oleh kepengurusan Wihdah periode 2019/2020. 

Olimpiade tersebut  dihadirkan atas dasar keresahan akan minimnya kemampuan berbahasa Arab para mahasiswi. Wihdah pun berupaya dalam menghadirkan ruang bagi para mahasiswi dari dalam negri maupun mancanegara untuk dapat berkompetisi dalam Olimpiade Bahasa Arab nantinya. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi media untuk menciptakan para mahasiswi  yang representatif dan mampu menjadi teladan dalam berbahasa Arab.

Tentunya, rencana besar tersebut tidak terlepas dari berbagai persiapan matang yang harus dipersiapkan sebelumnya. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Furna pada pembukaan kegiatan IALF yang lalu, Wihdah PPMI Mesir menyatakan bahwsanya akan ada follow up berupa pelatiahan kecakapan ber-Bahasa Arab usai seminar pembukaan IALF ini. “Setelah acara ini, nanti akan ada pelatihan-pelatihan bahasa Arab, seperti pelatihan debat bahasa Arab dan juga pelatihan terjemah bahasa Arab sekitar September hingga Oktober, lalu juga kita akan adakan olimpiade bahasa Arab sebagai puncak dari pelatihan-pelatihan ini,” jelasnya.

Menurut penjelasan dari Furna, pelatihan tersebut bertujuan sebagai pembekalan bagi para mahasiswi Indonesia untuk dapat menghadapi olimpiade yang diperkirakan akan dihelat sekitar bulan Februari 2020 nantinya.

Hari Rabu (21/8) menjadi awal dari terealisasinya follow up tersebut. Pelatihan Debat Bahasa Arab yang diselenggarakan setiap hari Rabu dari 21 Agustus - 11 September 2019 pada pukul  16:00-18:00 Clt ini merupakan bentuk tindak lanjut pertama dari IALF sekaligus sebagai persiapan tahap pertama dalam menghadapi Olimpiade Bahasa Arab yang akan dilaksanakan di akhir kegiatan IALF.

Suasana Pemaparan Materi oleh Iis Istinganah, Lc., Dipl. (Sumber: Dok. Informatika/Feliani)

Iis Istianah, Lc., Dipl. selaku pemateri dalam pelatihan debat ini, akan menemani dan membimbing para peserta pelatihan dalam 4 pertemuan setiap minggunya dan akan dilanjutkan dengan 4 pertemuan untuk pelatihan terjemah.

Ketika ditanyakan perihal pengadaan Pelatihan Bahasa Arab dengan frekuensi peserta yang lebih banyak lagi, Furna pun menjawab bahwasanya Wihdah PPMI Mesir lebih mengedepankan kualitas disbanding kuantitas. “Lebih mengutamakan kualitas, kalau kebanyakan malah gak ngena, sedikit tapi jadi. Karena dalam kurun waktu setahun, tidak mungkin kita membentuk sesuatu dengan instan, dengan harapan setiap tahunnya ada regenerasi yang terus berkesinambungan,” Furna menjelaskan.

Bicara perihal peserta olimpiade, Furna menyatakan bahwa para pesertanya akan diutamakan dari para peserta didik dalam pelatihan kecakapan ber-Bahasa Arab yang telah dilaksanakan sebelumnya. Namun, hal tersebut tidak menutup kemungkinan adanya para peserta Olimpiade yang lebih mumpuni selain dari para peserta pelatihan. 


Reporter: Feliani Fahila
Editor: Muh. Nur Taufiq al-Hakim
Open Comment
Close Comment

0 Response to "Rencanakan Olimpiade Bahasa Arab, Wihdah Mencoba Torehkan Sejarah Baru"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel