Seminar Bedah Buku “Menuju Kiblat Ilmu” PCIM Mesir; Program Inspirator untuk Masisir - Informatika Mesir

Breaking

Senin, 11 Maret 2019

Seminar Bedah Buku “Menuju Kiblat Ilmu” PCIM Mesir; Program Inspirator untuk Masisir

Pemaparan seminar bedah buku "Menuju Kiblat Ilmu" oleh Ustaz Cecep Taufiqurrahman. S.Ag., M.A., Sabtu (9/3).

Kairo, Informatikamesir.com—Dalam rangka menindaklanjuti kegiatan Forum Azhari Muda (FORZA) 2019, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir menyelenggarakan acara “Seminar dan Bedah Buku; Menuju Kiblat Imu” karangan Ustaz Cecep Taufiqurrahman, S.Ag., M.A. Dengan bertemakan “Mensucikan hati, untuk menjadi Azhari yang berjati diri dan menginspirasi,” acara tersebut dilaksanakan pada Sabtu (9/3) dan bertempat di aula Markaz Da’wah PCIM Mesir, Hay Tasi’. Dalam acara ini, turut dibahas serba-serbi kehidupan Masisir mulai dari ke-Azharan, perkuliahan,  hingga aktivitas keseharian para Masisir pada umumnya. Acara ini diharapkan dapat menjadi inspirator bagi para Masisir khususnya mahasiswa baru yang mana sedang mencari jati diri maupun jalur kehidupan yang paling baik selama menempuh studi di al-Azhar nantinya.

Ustaz Cecep Taufiqurrahman selaku pemateri menjelaskan bahwasanya buku karangannya yang berjudul “Menuju Kiblat Ilmu” atau yang biasa disebut MKI ini pada dasarnya memiliki tiga tujuan utama yang melatarbelakangi kewujudannya. “Yang pertama adalah sebagai penyedia informasi yang akurat dan aktual serta dapat dipertanggungjawabkan bagi para calon mahasiswa al-Azhar asal Indonesia … Selanjutnya, diharapkan dengan membaca buku ini, para Masisir mampu memaksimalkan segala potensinya sebagai seorang ulama Azhari dengan mengikuti dan berkecimpung dalam berbagai kegiatan-kegiatan positif yang ada di lingkungan Masisir khususnya di al-Azhar Jâmi’ wa Jâmi’atan,” ujar Ustaz Cecep dalam sesi pemaparan materi.

Sekaligus menjadi tujuan kemunculan buku MKI, beliau juga menjelaskan, bahwa hasil penjualan buku karangan beliau ini sama sekali tidak mengalir ke kantong pribadinya, melainkan dialihkan untuk dapat mengusahakan proyek wakaf guna pembangunan sebuah pesantren di Indonesia. “Di pesantren ini nanti, para santrinya kita arahkan untuk dapat memaksimalkan bakat dan potensinya masing-masing sesuai dengan jurusan atau bidang ilmu yang ingin ditekuni oleh masing-masing santri,” tambah Ustaz Cecep.

Beliau juga menuturkan, bahwasanya buku ini memang direncanakan untuk dapat disebarkan dan dibagikan ke seluruh pelosok Indonesia, khususnya di pondok-pondok pesantren pedalaman yang mana sulit untuk dapat mengakses informasi yang benar mengenai perkuliahan di al-Azhar maupun serba-serbi kehidupan yang ada di Kairo. Hal ini sejalan dengan dengan tujuan utama diterbitkannya buku ini. “Hal ini dimaksudkan untuk menghindari dan mencegah adanya kasus-kasus penipuan yang dilakukan oleh para oknum tak bertanggung jawab yang menjanjikan para koleganya untuk dapat sampai ke Mesir dan menempuh studi di al-Azhar dengan bayaran yang tak wajar,” jelas Ustaz Cecep kepada seluruh audiens yang memadati aula Markaz Da’wah PCIM Mesir.

Di sela-sela pemaparan materi, Ustaz Cecep turut berpesan kepada para Masisir “muda” yang baru saja menapaki langkahnya di Bumi Kinanah, untuk dapat selalu berusaha dalam mengembangkan kemampuan berbahasa Arab dari segi lisan maupun tulisan. Hal ini beliau tekankan berulangkali, mengingat banyaknya didapati kasus para Masisir yang bahkan sudah menempuh studi di al-Azhar bertahun-tahun lamanya, ternyata masih kesulitan dalam berbahasa Arab. “Tentunya hal tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi dari seorang ulama Azhari,” ujar beliau. Lebih lanjut lagi, hal ini pula yang mendasari Imam Akbar Syekh Ahmad Thoyyib untuk mewajibkan seluruh mahasiswa asing agar mengikuti rangkaian Dauroh Lughoh sebelum menempuh perkuliahan di al-Azhar.

Pose foto bersama pemateri Seminar Bedah Buku "Menuju Kiblat Ilmu" beserta para peserta.

Menurut keterangan Fathi Fathurohman selaku ketua panitia penyelenggara acara ini, pada umumnya seminar bedah buku ini berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang direncanakan, hanya saja ada beberapa kendala selama pelaksanaan acara ini. Diantaranya adalah keterlambatan pemateri yang disebabkan oleh padatnya jadwal Ustaz Cecep Taufiqurrahman sebagai salah satu staf Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Mesir. Fathi juga menuturkan bahwasanya komposisi panitia yang terdiri atas para Mahasiswa Baru (Maba) sedikit menjadi hambatan dalam memaksimalkan kinerja panitia selama persiapan pelaksanaan acara ini. “Namun untungnya, teman-teman ini sudah memiliki banyak bekal di organisasi maupun kepanitiaan, sehingga berbagai kendala yang ada dapat segera diatasi,” ujar Fathi.

Fathi juga menjelaskan, bahwasanya pada kesempatan selanjutnya, beberapa rangkaian acara dari “Seminar Peta Keilmuan” akan segera diadakan secara berkala dibawah naungan PCIM Mesir dan KBRI Mesir. Adapun “Seminar Bedah Buku; Menuju Kiblat Ilmu” ini merupakan acara pembuka dari rangkaian acara yang direncakan hingga lima pertemuan tersebut. Adapun tujuan penyelenggaraan rangkaian acara tersebut adalah sebagai leangkah pencegahan adanya disorientasi para Maba setibanya di Mesir dan menempuh studi di al-Azhar. Hal ini dimaksudkan juga untuk lebih membimbing para Maba mengenai berbagai bidang ilmu maupun kegiatan-kegiatan positif yang selayaknya didalami oleh para Masisir. 

Reporter: M Nur Taufiq Alhakim
Editor: Mufida Afiya



      


Tidak ada komentar:

Posting Komentar