Dialog Aspirasi, Ketua PPR 2019: Wadah Memberikan Aspirasi dan Menyamakan Persepsi - Informatika Mesir

Breaking

Minggu, 24 Maret 2019

Dialog Aspirasi, Ketua PPR 2019: Wadah Memberikan Aspirasi dan Menyamakan Persepsi

Proses berlangsungnya Dialog Aspirasi pada Kamis (21/3).
Kairo, Informatikamesir.com—Panitia Pemilu Raya (PPR) di bawah naungan MPA PPMI mengadakan Dialog Aspirasi pada Kamis (21/3). Agenda PPR yang diadakan di Aula Rumah Limas, KEMASS, H-10 Kota Nasr ini merupakan wadah penyampaian aspirasi dari setiap elemen Masisir. Dihadiri oleh setiap perwakilan kekeluargaan, WIHDAH, senat mahasiswa, lembaga afiliatif, almamater serta LSM. Hafizd Alharomain Lubis selaku Ketua PPR menyampaikan bahwa Dialog Aspirasi ini diselenggarakan untuk memberikan aspirasi dan menyamakan persepsi. Serta diharapkan juga dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi ditengah-tengah Masisir.

Dialog Aspirasi ini diawali dengan pembahasan beberapa Undang-Undang PPMI yang belum diketahui oleh Masisir. Yusuf Abdullah selaku Ketua BPA menjelaskan bahwa Undang-Undang PPMI ada 11 butir. Di antaranya: UU KPI (Komisi Peduli Interaksi), UU Advokasi (Pembelaan), UU Yudikasi, UU ZIS (Zakat Infaq dan Sedekah), UU MABA, UU PPR, UU BUMO (Badan Usaha Milik Organisasi), UU TEMUS, UU Peraturan Organisasi, UU Susunan Kedudukan, dan UU DKKM (Dewan Keamanan dan Ketertiban Masisir.

Memasuki sesi tanya jawab, muncul satu pertanyaan mengenai tidak adanya UU Pers dalam Undang-Undang PPMI. Pertanyaan ini diajukan oleh Abdul Fatah Amrullah dan dijawab oleh Miqdad selaku anggota BPA. Miqdad mengatakan, “Kita dari tim tiga Adhoc sangat mengharapakan keterlibatan anggota secara serius untuk menggodok UU Pers dan BPK.”

Selanjutnya pertanyaan dari kekeluargaan disampaikan oleh Surya selaku Ketua KKS. Surya mempertanyakan perihal bagaimana alokasi dana 25$ yang dibayar oleh Maba. Kemudian ia turut memberi pertanyaan perihal PPMI yang membeli mobil baru serta apa saja acara DP PPMI tahun ini. Anshari selaku ketua MPA menjawab pertanyaan tersebut, “Tahun ini kita kebobolan dana yang lumayan besar pada RAPBO termin satu. Kebobolan dana ini mencapai 700.000 pound dikarenakan sedikitnya peserta yang hadir saat RAPBO. Sehingga dimanfaatkan oknum untuk menaikkan anggaran dan juga merekomendasikan penyisihan dana untuk badan otonom.” Anshari juga mengatakan  bahwa MPA PPMI sangat mengharapkan keterlibatan anggota dalam setiap sidang yang diadakan.

Setelah pembahasan UU PPMI, acara dilanjutkan dengan Dialog Aspirasi yang diawali oleh Paslon nomor 01. Dalam durasi waktu selama 15 menit Arief-Babas menyampaikan arah kebijakan mereka bahwa PPMI sebagai organisasi besar harus terlatih menyerap aspirasi dari segenap elemen Masisir. “Kami membawa kepercayaan dari para senior. Kami akan menerapkan empat pilar. Yang pertama adalah PPMI sebagai organisasi induk. Yang kedua menjalin kerjasama yang baik dengan segenap elemen.  Yang ketiga meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan. Dan yang terakhir mengupayakan peningkatan keamanan Masisir.”

Selanjutnya Paslon nomor 02, Kamal-Apip  menyampaikan arah kebijakan mereka bahwa PPMI sebagai ladang pengabdian, PPMI kolaborator utama dan juga mencanangkan PANCANAGATA sebagai pilar utama. “PANCANAGATA ialah lima pilar masa depan di antaranya; Spiritualitas: Masisir Foundation sebagai wadah sosial. Yang kedua Intelektualitas: mengakomodasikan kajian-kajian. Yang ketiga adalah Produktifitas: wadah kecenderungan Masisir. Yang keempat Transparansi dan Akuntabilitas dengan BPK. Dan yang terakhir adalah Konduktifitas: kondusif dan stabil.”

Setelah pemaparan dari setiap Paslon, panitia kembali membuka sesi pertanyaan bagi peserta. Dari banyak aspirasi yang disampaikan, Paslon nomor 01 mengutarakan bahwa aspirasi yang menarik untuk direalisasikan adalah:

-Presiden dan anggota PPMI dituntut untuk lebih paham AD/ART, UU dan SGS PPMI
-Mentransparansikan RAPBO dan keuangan
-Menghidupkan kembali sastra di lingkungan Masisir berupa sekolah menulis yang bekerjasama dengan kekeluargaan
-Membuat Satgas Keamanan di bawah naungan DKKM bekersama dengan kekeluargan
-Membuat Program yang berarti, mempunyai nilai lebih dan bermanfaat bagi masa depan seperti Daurah Keazharan.

Arief-Babas sejauh ini sudah yakin 70% untuk bisa merealisasikan setiap aspirasi. Ada beberapa yang belum bisa direalisasikan, seperti pembangunan gedung PPMI baru dan ada yang membutuhkan jangka waktu semisal GBHO. Terakhir mereka berkomitmen mengoptimalkan pekerjaan sebagai Presiden dan Wakil Presiden serta mengharapkan kerjasama antar elemen dalam memperbaiki problematika yang ada.

Sementara itu, Paslon nomor 02 menegaskan terkait aspirasi bahwa sebelum agenda PPR ini, pasangan nomor urut dua ini telah mengundang para mantan gubernur kekeluargaan, senat mahasiswa dan almamater untuk menyapaikan segala hal mengenai PPMI Mesir mulai dari dulu hingga kini. Sehingga mereka menawarkan PANCANAGATA sebagai solusi. PANCANAGATA adalah konsep yang dicanangkan untuk PPMI kedepannya.

Selanjutnya Kamal-Apip mengatakan kunci yang mereka pegang adalah menjalankan sistem atau roda kepengurusan PPMI nanti dengan meritokrasi yang sungguh-sungguh. Dengan artian mereka akan memilih wakil terbaik yang diyakini mampu dan punya potensi besar. Salah satu program unggulan yang mereka canangkan adalah Kritik Membangun Masisir Terbangun (KM2RT). Sejak sebelum mendaftar Kamal-Apip sudah bersiap diri untuk merawat kritikan dengan tidak anti kritik. 

Terakhir mereka berupaya mengoptimalkan setiap aspirasi terutama PANCANAGATA sebagai pilar utama. Mereka mengharapkan partisipasi dari setiap elemen Masisir dalam membangun PPMI dengn baik.       

Reporter: Efni Susanto

Editor: Mufida Afiya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar