PPMI Mesir Adakan Ormaba 2019, Peserta: Belum Sesuai Harapan

Proses berlangsungnya Ormaba PPMI Mesir 2019 pada Kamis (14/2).
Kairo, Informatikamesir.com – Kamis (14/2) Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir mengadakan Orientasi Mahasiswa Baru (Ormaba) Al-Azhar, angkatan kedatangan 2018 di Nasr City Sporting Club, Hay Sadis. Acara yang dihadiri 1.900-an orang ini berhasil diadakan setelah beberapa kali diundur. Namun setelah beberapa mengalami pengunduran, acara ini tidak sesuai dengan harapan para peserta.

Salah satu peserta yang hadir adalah Chalimah Sya’diyah. Penerima beasiswa Gontor dari Grand Syekh al-Azhar ini berpendapat, “Menurut aku Ormaba di sini masih belum standar mahasiswa, ini masih standar SMA karena aku sudah sekali ospek dan sekali panitia ospek di UNIDA jadi aku sedikit tahu. Orientasi Mahasiswa baru, kita kan mengorientasi seseorang yang masih baru dari mahasiswa. Tadi itu baru tentang visa, keazharan, ke-PPMI-an. Kemana ini keilmuannya? Yang kita cari itu orientasi dasarnya, pondasi awal sebagai mahasiswa baru. Kita sebagai mahasiswa, misalnya diajarkan cara mengambil referensi buku-buku, bagaimana cara membuat karya ilmiah yang bagus.”


Mahasiswi yang pernah menempuh studi Hukum Ekonomi Syariah ini menyampaikan kekecewaannya saat diwawancara, “Sebenarnya aku tadi sempet kecewa ya karena salah satu pertanyaan aku ke Presiden PPMI nggak dijawab, Aku nanya tentang Piala Presiden, acara olahraga. Apa sih harapan diadakannya Piala Presiden ini? kan udah banyak di Masisir acara olahraga yang sudah diadakan di kekeluargaan, almamater dan organisasi lain. Kenapa nggak mengadakan bisnis plan atau lomba diskusi ilmiah atau lomba karya tulis ilmiah? Kita di kampus sudah belajar, di talaqqi sudah belajar, tapi kita belum punya wadah pengaplikasiannya. Bagaimana caranya PPMI ini menyediakan wadah atau fasilitas. Seminar itu kan banyak, dan lomba itu juga bisa memotivasi.”


Di akhir wawancara Chalimah berpesan, “Kalau ormaba yang aku ikutin sekarang lebih bagus daripada orientasi-orientasi mahasiswa yang pernah aku ikuti, aku tahun depan bakal ikut lagi, tapi nyatanya aku kecewa, agak ngerasa kok gini doang nih kita, masa di orientasinya gini aja. Menurut aku sih sisi keilmuannya aja yang kurang ditekankan, yang tadi digembor-gemborin sama Presiden PPMI dan Wihdah itu tentang organisasi.”

Tidak hadirnya beberapa tamu undangan penting juga membuat peserta kurang puas.  Seperti Syekh Usamah, Syekh Asyrof Athiyah, Wakil Rektor al-Azhar serta penampilan Musthofa Athef.

Di sisi lain, Aldi Caesar Fauzy selaku Ketua Dua Ormaba menyampaikan perihal permasalahan yang dihadapi dalam hal penyelenggaraan. “Ormaba diundur sampai dengan detik ini karena memiliki sebab-sebab tertentu. Awalnya tanggal 7 akan tetapi hari itu adalah hari libur DL (baca: Daurah Lughah) kita undur karena tidak bisa menjamin Maba akan hadir semua. Kemudian kita merencanakan tanggal 11. Tetapi diundur juga karena waktu itu kita belum tau bahwa besoknya ujian Daurah Lughah. Kita undur lagi sampai hari Kamis, itu waktu yang sangat tepat dimana yang awalnya kita tau bahwa hari itu adalah hari libur, ternyata masuk. Nah disinilah ada kesempatan kita untuk berkomunikasi dengan pihak DL,” tuturnya.

Selain masalah waktu, tempat juga menjadi kendala. Pada awalnya di Auditorium Muhammad Abduh, karena sedang ada perbaikan, maka panitia direkomendasikan menggunakan Al-Azhar Conference Center (ACC), namun karena jumlah yang sangat banyak dan tidak memungkinkan, maka dibatalkan, dan sempat ada rencana memakai Auditorium Shoidalah, namun gagal juga.

Di samping hal itu, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini PPMI tidak menerbitkan Modul, sebagai gantinya dibuatlah Notebook berisi Sambutan Presiden PPMI, Sejarah Singkat Al-Azhar, Pesan Kepada Mahasiswa Baru, Daftar Kekeluargaan Nusantara, Organisasi Afiliatif, Organisasi Almamater dan Struktur Panitia Ormaba.

“Kita melihat tahun lalu ada modul, itu sangat manfaat sekali, akan tetapi yang ana rasakan dan banyak mayoritas orang rasakan ketika mendapat modul yang dibaca cuma informasi-informasi kekeluargaan, info tentang gubernur, almamater dan sebagainya. Modul setebal itu lumayan membutuhkan biaya banyak. Disini kita pengen lebih kepake buat nulis,” jelas Aldi.

Di samping hal yang tertera di atas, Ketua angkatan Zaahera, Ahmad Muallimul Umam dalam acara ini menyampaikan nasihat kepada angkatan selanjutnya. “Khusus kepada ketua, semoga nanti ketuanya tidak boleh mementingkan kelompoknya sendiri, boleh dia berangkat dari kelompok manapun, tapi ketika sudah diamanahi sebagai seorang ketua, sebagai pengurus, maka dia harus merangkul semuanya. Kalau posisinya sebagai ketua dia harus memikirkan kepentingan teman-temannya juga. Kebutuhan bahasa dan Al-Quran teman-teman tolong diwadahi, boleh olahraga, kepenulisan dan lainnya.” Mahasiswa tingkat satu Fakultas Ushuluddin ini juga berpendapat bahwa Ormaba tahun ini sudah cukup rapi dari segi penataan dan persiapan panitia menjelang acara.

"Ormaba ini diadakan sebagai ajang pengikat silaturahim antar mahasiswa baru di Mesir, karena kewajiban bagi kita semua untuk mengenal apasih mahasiswa itu dan acara ini tentu sangat positif bagi kita semua karena dari sini kita bisa menentukan langkah kedepan yang lebih jauh lagi," ujar Iffan selaku ketua angkatan terpilih.

Reporter: Zaenal Musthafa
Editor: Vivi Noviyantika

Posting Komentar

0 Komentar