OPABA NU; Menumbuhkan Keserasian dan Keakraban Baru Lintas Daerah

Pose foto bersama anggota PCINU dalam acara OPABA, Jumat (15/2).

Kairo, Informatikamesir.com--Pimpinan Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir mengadakan OPABA (Orientasi Penerimaan Anggota Baru), pada tanggal 15 Februari 2019 di Hadiqah Azhar. Sejumlah 300 peserta telah hadir dan mengikuti acara, dengan mengangkat tema "Menjaga Prinsip Nilai-Nilai yang Baik dan Mengambil Hal-Hal Baru." Hal-hal baru yang disebutkan oleh Muhammad Iskandar Zulkarnain, selaku Ketua Panitia OPABA tahun ini adalah mengadakan acara outdoor terlebih dahulu agar terciptanya keserasian dan keakraban dari para mahasiswa.

Motivasi mengadakan acara ini, adalah untuk bersilaturahmi dan menyatukan keluarga NU yang berada di Mesir dari seluruh Indonesia. Semisal pulau Jawa, Kalimantan, Sumatra dan Sulawesi. Di dalam acara ini, panitia membentuk tiga pos. Pertama, pos jurnalistik yang memberikan gambaran umum tentang dunia jurnalistik dan lembaga jurnal PCINU seperti buletin atau majalah. Pos kedua, adalah kajian untuk melatih cara membaca kitab dan mengkajinya. Pos ketiga, adalah bahsul masail. "Alasan kita mengambil lembaga bahsul masail adalah untuk menghidupkan kembali dan menambah anggota yang ingin masuk ke dalam lembaga itu. Jadi bukan hanya orang itu itu saja yang ikut andil," ujar Nida Adzkiya selaku panitia divisi acara. 

Dari tiga pos yang tersedia, para peserta harus mengikuti salah satu dari tiga pilihan. "Acara ini sangat bagus. Selain ada permainannya ada kajiannya, juga di sini yang awalnya saya merasa ragu masuk NU ketika mengikuti OPABA, saya semakin yakin di mana saya harus berpijak. NU memberikan pemikiran yang selaras dengan keinginan saya," ungkap Niken Retno Wulandari, peserta OPABA NU. 

Acara dilaksanakan jam 1 siang hingga menjelang magrib. Acara dipercepat dari jadwal sebenarnya karena cuaca yang tidak mendukung. "Sebenarnya acara yang dibuat panitianya asik dan seru banget, cuma karena cuacanya yang tidak mendukung jadi kurang maksimal. Semakin sore udara semakin dingin karena hujan semakin deras, jadi acaranya tidak sampai selesai sesuai dengan rencana," seru Dita Laellyl Chiyaroh, peserta OPABA NU. Selain itu acara berjalan dengan lancar, tambahnya.

Adapun kendala yang dialami panitia, adalah diundurnya kedatangan mahasiswa baru yang seharusnya sekitar bulan September dan Oktober menjadi Desember dan Januari. "Kita sudah membentuk panitia OPABA ini sejak September lalu dan baru bisa terlaksana bulan Februari ini. Kendalanya adalah membangkitkan semangat lagi kepada seluruh panitia untuk menyukseskan acara ini," keluh Muhammad Iskandar.

Acara ini ditutup pada tanggal 16 Februari 2018 di Auditorium Markaz Syekh Zayid atau biasa disebut DL (Daurah Lughah) dengan seminar "Menjadi Nahdhliyin yang Berilmu, Berkarakter dan Berbudaya". Acara ini menghadirkan tiga pembicara. Pembicara pertama disampaikan oleh Ustaz Ilman Muhammad Abdul Haq, Ketua Tanfidziyyah PCINU Mesir periode 2016-2018 membawa tema tentang keilmuan. Ustaz Alfan Khumaidi, Ketua I PCINU Mesir periode 2018-2020 membawa tema keazharan. Habibah Masruroh membawa tema tentang kefatayatan. Acara dimulai pukul 11 siang hingga 9 malam. "Hari ini acaranya lancar dan seru banget. Pokoknya banyak pelajaran yang di dapet hari ini," ungkap Dita Laelly.

"OPABA NU merupakan orientasi awal untuk menyiapkan para mahasiswa menjadi kader-kader NU," tutup Iskandar diakhir wawancara.

Reporter: Afifah
Editor: Umar Sahri

Post a Comment

0 Comments