Rumah Budaya Akar Adakan Proyek Penghancuran Ingatan - Informatika Mesir

Breaking

Jumat, 09 November 2018

Rumah Budaya Akar Adakan Proyek Penghancuran Ingatan


Proses berlangsungnya Malam Apresiasi Puisi dan Launching Buku Memorasida pada Rabu (7/11). [Foto: Zaenal Mustafa]

Kairo, Informatikamesir.com—Rabu (7/11) Rumah Budaya (RB) Akar menggelar Malam Apresiasi Puisi dan Launching Buku Memorasida di Aula Griya Jawa Tengah. Digagas oleh komunitas Sajak Masisir (SAMAS), dengan menyuguhkan Ngobrol Sastra tentang Puisi/Kenangan, Deklamasi dan Musikalisasi Puisi. Buku Memorasida, Proyek Penghancuran Ingatan resmi dirilis pada acara ini.

M. Syamsul Arifin, pembicara dalam Ngobrol Sastra menjelaskan tentang apa itu sejarah, persamaan dan perbedaan sejarah dengan puisi. “Yang menyejarah adalah manusia, dimanapun manusia mewaktu, temporalis. Sejarah hanya mungkin dimengerti oleh perspektif manusia. Sejarah dan puisi dari satu sumber yang sama yaitu ingatan, perbedaannya sejarah memerlukan unsur 5W1H, sedangkan puisi tidak.”

Disela-sela acara Faisal sebagai pembawa acara menyampaikan kelompok-kelompok di RB Akar diantaranya Sajak Masisir (SAMAS), Ruwat Cerpen, Kelas Gitar dan Kelas Biola. Selain penampilan Musikalisasi Puisi, dalam acara ini dihadirkan lukisan-lukisan karya Husni Iskandar Nasution, Mahasiswa Al-Azhar kedatangan tahun 2017.

Respon positif pun disampaikan oleh peserta yang hadir, Darul Quthni, “Akar sangat produktif, dalam beberapa bulan ini sudah menghasilkan dua buah buku. Akar adalah urat nadi literasi Masisir,” pungkasnya.

Selain itu, Sulthan sebagai salah satu anggota Kelas Gitar mengungkapkan, “Kegiatan semacam ini kurang diminati, saya harap Masisir lebih bebas mengekspresikan emosi.”

“Sejarah yang dibahas di sini lebih dekat kaitannya dengan memori puisi,” terang Fakhri Abdul Gaffar. Dia juga memberikan komentar, “Acaranya telat dari waktu yang ditentukan di undangan.”

Reporter: Zaenal Mustafa
Editor: Fathul Wadi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar