‘Mumtaza Kairo Bukan Sekedar Mediator, Tapi Kita Keluarga’ - Informatika Mesir

Breaking

Senin, 19 Februari 2018

‘Mumtaza Kairo Bukan Sekedar Mediator, Tapi Kita Keluarga’

Pose bersama usai Mumtaza Games di Nadi Gamaliyah, Senin (19/02). [Informatika/AA]

Kairo, Informatikamesir.com – Mumtaza Kairo pada Senin (19/02) mengadakan even Mumtaza Games yang diselenggarakan di Nadi Gamaliyah, Darrasah, Kairo. Dengan semangat keakraban dan kebersamaan, acara dengan jargon ‘Bebas Tapi Sopan’ ini diramu dalam bentuk perlombaan  yang diikuti oleh keluarga Mumtaza Kairo lintas generasi. Seperti angkatan Al-Quzra, Hazeera, Azzenbart, El-Ghidar, Polacco, El-Hazen dan Mazaya. 

Acara ini disambut hangat oleh segenap anggota Mumtaza. Seperti kata Ketua Mumtaza Kairo, Hasmar Husein Batubara, diadakannya acara ini sebagai upaya mempererat tali silaturahmi, khususnya kepada angkatan Mazaya, generasi kedatangan 2017. Dan di antara games yang diperlombakan yaitu futsal, voli, tarik tambang, memasukan paku ke dalam botol, mencari koin dan mobile legend. Panitia acara ini adalah angkatan El-Hazen dengan komando Ilham Rido dan Abdul Azim dan dipandu oleh saudara Adam Surya dan Nurul Ilmi.  
Pose saat acara pembukaan Mumtaza Games.

Ustadz Choirul Umam, S.H.I., dalam pembukaan acara ini mengatakan bahwa Mumtaza harus tetap solid sebagaimana kesolidan itu dibangun ketika di Indonesia. Ia mengatakan bahwa Mumtaza Kairo harus aktif dan prestatif. Berprestasi di bidang akademik dan juga tetap peduli kepada sesama khususnya antar anggota Mumtaza Kairo.

“Setelah selesai ujian termin awal, ada baiknya kita refresing, salah satunya dengan Mumtaza Games ini. Mumtaza Kairo bukan sekedar mediator biasa, di sini kita saling bahu-membahu, karena kita keluarga. Dengan jargon bebas, artinya kita junjung sportivitas yang bebas tetapi penuh kesopanan,” sambut Ustadz lulusan Gontor Ponorogo yang kerap disapa Ustadz Choi ini.
Di balik keseruan Mumtaza Games.

Mumtaza adalah konsultan penyedia jasa informasi pendidikan, pendaftaran dan pelayanan pengurusan studi ke beberapa universitas di Timur Tengah, khususnya Universitas Al-Azhar Mesir, serta beberapa Universitas di Malaysia seperti; IIUM (International Islamic University Malaysia), MMU (Malaysia Multimedia University), UTP (University Technology Petronas). Di Indonesia, Mumtaza dikenal dengan nama Mumtaza Center, bertempat di Bojonegoro, Jawa Timur.

Mumtaza Center didirikan dengan tujuan untuk mempermudah dan membantu  para santri/santriwati maupun siswa/i lulusan Pesantren, MA dan SMA yang ingin melanjutkan studinya ke Mesir dan Malaysia.

Reporter: Abdul Fatah Amrullah



  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar