'Indonesia Kullu Haromi’ - Informatika Mesir

Breaking

Kamis, 01 Februari 2018

'Indonesia Kullu Haromi’

Mukhlis Yusuf Arbi tengah, Muhammad Taufik kiri dan Muhammad Abdul Rouf kanan di acara Silaturahmi Penerbit Keira Group bersama Masisir di Aula Daha KMJ, Rabu (31/01/2018). [Informatika)
Kairo, Informatikamesir.com -- Yusuf Arbi  pembicara dari Keira Group dalam acara “Temu Silaturahmi Keira Group dengan Penerjemah, Penulis & Penahqiq” pada Rabu, (31/01/2018) di Aula Daha KMJ bercerita bahwa ungkapan diatas adalah perkataan yang telah mahsyur di dunia terjemah dan percetakan Mesir yang disematkan untuk dunia perbukuan Indonesia.

Hal ini dikarenakan banyaknya karya dan naskah-naskah keilmuan Arab yang diterjemahkan dan diterbiktan oleh orang Indonesia tanpa memperhatikan kode etik hak cipta dalam suatu karya. Karena itu, dalam acara ramah-tamah Keira Group antara tim penerjemah, penulis, pentahqiq bersama Masisir kemarin sore ia berbagi ilmu mengenai dunia terjemah.

Berikut tiga hal yang harus diperhatikan para penerjemah pemula berdasarkan pemaparan pemateri di acara silaturahmi ini:

1. Buku yang diterjemah haruslah buku yang menarik.
Pemilihan buku yang menarik sangat berpengaruh dalam proses terjemah. Apalagi bagi penerjemah pemula.

2. Pilih konten buku yang disukai oleh masyarakat.
Membaca pasar minat membaca orang Indonesia juga merupakan hal yang harus diperhatikan bagi penerjemah pemula. Karena apa yang menarik bagi penerjemah, belum tentu menarik bagi khalayak banyak. Maka saat memilih buku coba posisikan diri Anda sebagai pembaca pada umumnya.

3. Perhatikan kode etik dalam terjemah dan penerbitan (hak cipta).
Sebelum menerjemah, penerjemah pemula  harus memperhatikan hak cipta suatu buku. Hak cipta adalah lisensi penerbit untuk mencetak buku berulang kali. Penerbit asing bisa menerjemahkan buku dan mencetaknya dengan membeli hak cipta kepada penerbit asli.

Reporter: Tengku Masyithoh S. Azzahra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar