Book Sharing dan Dialog Interaktif PII Wati Mesir, Dewi Nur Aisyah: Menjadi Muslimah yang Produktif dan Prestatif - Informatika Mesir

Breaking

Minggu, 18 Februari 2018

Book Sharing dan Dialog Interaktif PII Wati Mesir, Dewi Nur Aisyah: Menjadi Muslimah yang Produktif dan Prestatif

Acara dialog dan sharing yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Islam  (PII) Kairo di Aula Daha KMJ,  17/02/2018. [Informatika/MA)
Kairo, Informatikamesir.com - Menjadi muslimah yang produktif dan prestatif. Itulah sebuah pesan yang disampiakan oleh seorang inspirator muda, Dewi Nur Aisyah, S.KM., M.Sc, Ph.D Cand. Disela aktifitasnya, beliau menyempatkan untuk hadir dalam acara dialog interaktif di Kairo, Mesir. Kedatangan Dewi disambut hangat oleh Masisirwati. Terlihat dari aula DAHA KMJ yang terisi penuh oleh peserta yang antusias menyambut narasumber.

Dalam acara yang dinaungi oleh PII Wati Mesir (17/02/18), beliau menceritakan pengalaman hidupnya. Mulai dari menjalani program studi S1 di Universitas Indonesia hingga telah menyelesaikan program pasca sarjana di Imperial College London dan University College London.

Penulis buku “Awe Inspiring Me” ini menjelaskan tentang isi bukunya yang bertemakan muslimah. Menurutnya, muslimah itu adalah makhluk istimewa yang diciptakan dari tulang rusuk laki-laki untuk dicintai dan dilindungi. Perbedaan kapasitas yang dimiliki oleh kaum hawa dibanding laki-laki juga merupakan salah satu keistimewaan muslimah. Ia juga menyebutkan bahwa muslimah memiliki sebuah proyek besar dan kemampuan lebih yang jika diasah, muslimah bisa memegang peradaban.

Disela membahas mengenai peran muslimah, penyandang predikat cumlaude fakultas kesehatan masyarakat Universitas Indonesia juga mengulas sedikit tentang usaha. Ia mengatakan bahwa keberhasilan itu berbanding lurus dengan perjuangan. Melalui kisah inspiratif berdasarkan pengalaman pribadi, ia mengajak seluruh peserta yang hadir untuk memaksimalkan usaha dalam melakukan kesempatan yang telah diberi oleh Allah SWT.

Selanjutnya, Dewi mengajak untuk memaksimalkan kapasitas yang dimiliki oleh diri dan tidak membatasi kemampuan. Ia mengatakan  ketika target dan tujuan belum terealisasikan, mulailah untuk melakukan evaluasi. Begitulah salah satu cara untuk menjadi muslimah yang produktif, edukatif dan prestatif.  

Kemudian sesi kedua diisi oleh Ani Mulyaningsih,Lc. Penulis buku “Fiqh Wanita” ini menceritakan juga pengalamannya ketika di jenjang perkuliahan. Alumni Universitas Al Azhar Mesir ini menyebutkan peran muslimah yang mendalami cabang ilmu keagamaan memiliki peran penting di masyarakat. Juga menjadi salah satu alasan Ani untuk menuliskan buku tentang fiqh wanita ini adalah untuk menjawab tuntutan masyarakat kepada alumni timur tengah.

Dalam kesempatan ini juga, kedua narasumber menjawab berbagai pertanyaan dari peserta. Mulai dari permasalahan fiqh wanita, lika-liku proses belajar di luar negeri hingga bagaimana menyikapi hati ketika menghadapi masa-masa pernikahan.

Reporter: Mufida Afiya 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar