Menyelami Keindahan Puisi bersama Rumah Budaya Akar - Informatika Mesir

Breaking

Selasa, 21 November 2017

Menyelami Keindahan Puisi bersama Rumah Budaya Akar

Pembacaan puisi dalam acara Malam Apresiasi Puisi yang diselenggarakan oleh komunitas SAMAS Rumah Budaya Akar di Griya Jawa Tengah, Selasa  (21/11). [Foto Vivi Nofiyantika]

Kairo, Informatikamesir.com -- Komunitas Sajak Masisir (SAMAS) Rumah Budaya Akar menggelar malam puisi di Griya KSW, Distrik 10th, Madinah Naser, Kairo pada Selasa malam, (21/11).

Acara yang berlangsung khidmat namun juga diselingi humor itu terbilang langka di ranah Masisir. Bukan hanya karena perhatian yang kurang terhadap puisi, lebih daripada itu, kegiatan-kegiatan sejenis seringkali dianggap sebagai penghampat pendidikan.

Berbeda dengan pernyataan tersebut, seorang hadirin yang merupakan tokoh budayawan Masisir, Usman Arrumy menyatakan, "Dengan kita mencintai puisi dan manfaatnya kalau mau memakai sudut pandang serius kita juga melaksanakan ayat Alquran dalam surat Asy-Syua'ra ayat 224."

Lebih lanjut penulis buku kumpulan puisi Kasmaran tersebut menyayangkan sudut pandang Masisir yang terkesan monoton, hanya berkutat pada akademik. Secara tersurat Pria penyuka kopi tersebut berharap Masisir umumnya memiliki 'sesuatu' yang lain  dan  lebih memperhatikan puisi. 

"Puisi itu ibarat keindahan berlian, tidak sembarang orang memahami," ungkapnya.

Di tempat yang sama ketua Wihdah-PPMI 2017-2018, Nuansa Garini sangat mendukung  acara malam puisi yang digagas Ubayyu cs itu.

"Acara ini penting banget, karena inilah tempat berkumpulnya orang-orang yang berair puisi (muara puisi). Jika org yg berair kamera, gitar, dan lainnya difasilitasi, maka ini adalah fasilitas bagi orang-orang yg suka puisi," lanjut mojang yang akrab disapa Nunu tersebut.

Menurut presiden SAMAS, Ubayyu Hibban Muhammad, acara malam puisi ini sebenarnya sudah dicanangkan jauh-jauh hari, tepatnya sekitar bulan Agustus. Namun karena satu dan masalah lain, akhirnya acara bernuansa seni ini terlaksana di penghujung termin I.

Sepanjang acara, nampak antusiasme hadirin yang hadir dan bahkan sebagian ada yang diminta untuk membaca puisi, termasuk Nuansa Garini dan Usman Arrumy, juga Mantan ketua tanfidziyyah PCINU, Muhakam Zain.

Hadirin yang berkisar 40-an orang tersebut disuguhi oleh pembacaan puisi-puisi karya penyair ternama, seperti : Chairil Anwar, WS Rendra, Aan Manshur, maupun beberapa karya dari penyair manca negara.

Sebagai penutup, Mundhir yang merupakan senior Rumah Budaya Akar memulai Petir atau Pesta Penyair, yang juga bagian dari malam puisi selain acara inti, yaitu musikalisasi puisi dari SAMAS sendiri.

Petir yang berupa rentetan pembacaan puisi tanpa jeda dari setiap hadirin, baik bagian dari Rumah Budaya Akar maupun sekedar penonton. Yang mana selama jangka waktu yang cukup lama, tidak boleh ada jeda untuk berhenti membaca puisi. Diiringi petikan gitar dari Muhammad Nurthoriq, acara yang berakhir pada pukul setengah sebelas itu sukses menemani salah satu malam di musim dingin ini dengam cukup hangat.

Rep. Azrul Faisal Kazein
Red. Abdul Fatah Amrullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar