Kapal Layar Teranyar Milik TNI Berlabuh di Port Said - Informatika Mesir

Breaking

Selasa, 10 Oktober 2017

Kapal Layar Teranyar Milik TNI Berlabuh di Port Said

Red. KRI Bima Suci

Informatika Mesir, Kairo - Minggu, (7/10)  KRI Bima Suci milik TNI AL berlabuh di Port Said, setelah beberapa hari sebelumnya bertolak dari pabrikannya di Spanyol. KRI Bima Suci merupakan kapal layar TNI AL pengganti dari kapal layar legendaris milik Indonesia, KRI Dewaruci. Kapal layar teranyar ini sekaligus merupakan kapal layar terbesar yang dimiliki Angkatan Laut Indonesia, dengan ukuran panjang totalnya 111,20 meter, lebar 13,65 meter, kedalaman draft 5,95 meter, dan tinggi maksimal tiang layar 49 meter dari permukaan dek atas. Kapal layar ini dibuat oleh perusahaan Freire Shipyard di Vigo Spanyol.

Turut hadir menyambut KRI Bumi Suci, Dubes RI untuk Republik Arab Mesir Helmy Fauzy, Athan Kemas,  beberapa perwakilan Athan negara sahabat, serta beberapa warga Indonesia di Mesir. Berbagai agenda acara ditampilkan dalam rangka menyambut KRI Bima Suci, diantaranya ; Pawai drum band, penampilan band dari Taruna dan Taruni serta penampilan tari budaya, drama musikal dan akulturasi seni budaya nasional. Para tamu undangan disuguhi cocktail party yang disiapkan panitia.

Keistimewaan KRI Bima Suci terletak pada instrumen navigasi pelayarannya yang lebih canggih, instrumen pemurnian air laut menjadi air tawar, hingga alat komunikasi dan data digitalnya. Selanjutnya, Kapal kelas Bark (Barque) tiga tiang ini memiliki 26 layar dengan luas keseluruhan layar 3.352 meter persegi. Ketinggian dek utamanya 9,20 meter dari permukaan laut.

Dijadwalkan Setelah dari port said KRI Bima Suci akan berlabuh di Jeddah, lalu akan melanjutkan pelayaran kembali ke  Tanah Air. Menurut penghitungan KRI Bima Suci akan tiba di Surabaya pada 24 November 2017. Para pejabat terkait dijadwalkan akan turut hadir menyambut KRI Bumi Suci di Surabaya diantaranya adalah: Asisten Operasi Kasal Laksamana Muda TNI INGN Aryatmaja, Asisten Logistik Kasal Laksamana Muda TNI Mulyadi, Panglima Armada RI Kawasan Timur Laksamana Muda TNI Darwanto, Gubernur Akademi Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Wuspo Lukito, serta pejabat terkait lainnya.

Reporter : Zainal & Yusuf

Redaktur : Albi Tisnadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar