Dorong Wawasan Kepustakaan, Senat FBA dan Gamajatim Adakan Kunjungan Maktabah - Informatika Mesir

Breaking

Minggu, 29 Oktober 2017

Dorong Wawasan Kepustakaan, Senat FBA dan Gamajatim Adakan Kunjungan Maktabah

Kunjungan di Maktabah Adab (Foto Abd. Fatah A)
Kairo, Informatika Mesir – Dalam  rangka meningkatkan wawasan seputar sumber referensi bacaan dan menulis, Senat Fakultas Bahasa Arab (FBA) dan Keluarga Masyarakat Jawa Timur (Gamajatim) pada Kamis, (26/10/2017) mengadakan kunjungan ke berbagai maktabah di sekitar Kairo. Acara yang mengambil tema ‘Rihlah Maktabah’ ini mengundang secara umum kepada mahasiswa berbagai jurusan di Al-Azhar yang ingin mengenal dan mengetahui seputar seluk-beluk ‘Toko Buku’ mulai dari sejarah, karakteristik kitab yang diperjual belikan sampai pengenalan seputar tahqiq manuskrip oleh para ahli filologi. 

“Tujuan kami mengadakan kunjungan ini yaitu yang pertama untuk mengenalkan toko-toko kitab yang ada di Darrosah maupun yang ada di Kairo pada umumnya. Kedua mengenalkan penulis, penulis ternama dari beberapa cabang ilmu, selain ternama juga tentu terpercaya. Dan juga pengenalan buku berdasarkan kepada siapa muhaqqiq-nya karena buku juga terkadang tak luput dari kesalahan,’’ tutur Ahmad Ghazali Ketua Senat FBA mahasiswa tingkat tiga jurusan Bahasa Ara ini.

 Di awal perjalalan, panitia mengumpulkan peserta rihlah di depan Maktabah Mustafa Bab Halabi, maktabah yang berada di belakang masjid Al-Azhar. Mula-mula M. Zainin Nadzif sebagai pemateri menjelaskan seputar sejarah maktabah di Kairo ini. Nadzif mengatakan maktabah Halabi merupakan salah satu maktabah pertama dan masih eksis sampai hari ini dengan ciri khasnya menjual buku-buku turats.

”Percetakan buku di Kairo yang masyhur dan masih eksis hingga hari ini di Mesir ada dua, pertama maktabah ini, Maktabah Musthafa Bab Halabi dan Maktabah Beirut,” terang Zainin Nadzif mahasiswa tingkat 4 FBA ini.

Mahasiswa FBA ini menjelaskan bahwa ada dua jenis kitab yang dapat dibeli di Kairo ini pertama kitab ‘turats’ atau klasik dan kedua ‘mu’aashir’ atau kontemporer. Perbedaan kedua jenis kitab ini terletak dari redaksinya. Kitab kelasik yang bagus biasanya di-tahqiq oleh ulama-ulama yang kapabel seperti Syaikh Mahmud Syakir dan Syaikh Muhammad Muhyiddin Abd. Hamid untuk kitab-kitab referensi bahasa Arab.

Menurut Nadzif, proses tahqiq manuskrip ini cukup panjang dan serius. Karena ahli filologi harus mengumpulkan sejumlah data manuskrip dari masa dan tempat yang berbeda. Setelah dikumpulkan kemudian manuskrip tersebut dikaji dan dicocokan dengan data yang paling valid. Ihwal harga buku yang telah diuji oleh pakar filologi ini menurut Nadzif tentu berbeda dengan yang belum, ketika sudah dicetak ulang harganya bisa berkali-lipat dari harga sebelumnya.

Acara kunjungan ini berjalan dengan khidmat dengan jumlah peserta mencapai 50 orang peserta dari berbagai fakultas dan jurusan di Al-Azhar. Sambil mengarahkan dan menjelaskan, panitia juga memberi kesempatan kepada peserta untuk membeli kitab-kitab di setiap destinasi toko kitab tujuan. Pada kunjungan ini, panitia mengadakan ke tujuh destinasi maktabah, mulai dari Musthafa Bab Halabi, Muassasah Mukhtar, Maktabah Adab, Makhtabah Khanji, Maktabah Wahbah, Darul Kitab Lubnani dan Daarul Ma'arif. 

Panitia yang diwakili Ahmad Ghazali berharap dengan diadakannya kunjungan ini peserta tidak salah lagi dalam memilih kitab dan juga bisa menambah wawasan seputar disiplin ilmu. Ghazali menegaskan bahwa pembelajar yang baik mulai dari pengetahuannya seputar hal-hal dasar termasuk pengetahuan seputar kitab-kitab dasar untuk memulai mengkaji suatu cabang ilmu. 

Reporter : Muhammad Habiburrahman
Redaktur : Abdul Fatah Amarullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar