LSGP Night Apik Senandungkan 9 Lagu Payung Teduh - Informatika Mesir

Breaking

Sabtu, 30 September 2017

LSGP Night Apik Senandungkan 9 Lagu Payung Teduh

Konser LSGP Night - Photo Lukman Hakim 

Informatika Mesir, Kairo - Payung Teduh merupakan band alternatif Indonesia beraliran fusi antara Folk, Keroncong dan Jazz. Sebuah grup band yang lahir dari tongkorang dua anak muda Universitas Indonesia. Grup band ini dibentuk pada akhir 2007 dan ‘Angin Pujaan Hujan’ adalah lagu pertama yang memunculkan warna lagu band ini dan 9 buah lagu dari Payung Teduh apik dieksplorasi oleh seniman Lingkung Seni Gentra Pasundan (LSGP) dalam acara ‘Berteduh Bersama LSGP’, Jum’at (29/09).

Ketujuh lagu yang sukses dieksplorasi tersebut diantaranya Menuju Senja, lagu yang mengisahkan cowok yang mendamba perempuan pujaan hatinya, Rahasia, lagu yang mengisahkan perasaan yang tidak tersampaikan antar dua insan yang saling mengagumi, Angin Pujaan Hujan, Resah, Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan, Kucari Kamu, Berdua Saja Tidurlah, hingga lagu Akad yang akhir-akhir ini menjadi buah bibir karena banyak yang meng-cover dan lagu tersebut juga  menjadi kontroversial karena dikomersilkan tanpa izin pencipta lagunya.

Gendre yang dimainkan oleh Payung Teduh sebenarnya tidak memiliki batasan sendiri dan hal ini yang menginspirasi Roda Rizky dkk. untuk menghadirkan nuansa lagu-lagu Payung Teduh kepada Masisir. Ia mengatakan bahwa Masisir butuh tempat untuk ‘berteduh’ ditengah aktivitasnya yang tanpa jeda. Hal ini juga yang mendorong Ahmad Syah Farhan untuk menggagas dan mengkonsep acara konser LSGP (29/09) yang telah ia rancang bersama gubernur KPMJB, Yuda Meilana.

Yuda Meilana sendiri sangat membuka kesempatan bagi LSGP untuk terus ‘berunjuk gigi’, menurutnya LSGP hampir 2 tahun namanya tidak terdengar. Dan ia sangat mengapresiasi dengan reborn-nya LSGP dengan mengadakan konser yang dipersembahkan kepada khalayak umum Masisir.

Fitriatun Nisa juga sebagai ketua MPA yang membawahi LSGP sangat senang dengan adanya konser ini. Ia menuturkan bahwa selama 2 tahun ini LSGP dengan Angklung dan Akustik banyak bermain keluar saja dan tidak di tempat sendiri. Ia juga mengatakan bahwa acara LSGP Night ini adalah jawaban dari Roda,Girnik Ajriazmi, Irfan Abdurrahman, Emil Nasrullah, Mujahid Chaidir dan Fatyhul Haq atas tantangan yang dialamatkanya hingga lahirlah gagasan konser ‘Berteduh Bersama LSGP’.

Photo Lukman Hakim

LSGP sendiri menurut Ifit—sapaan akrabnya— adalah lembaga otonom KPMJB dalam wadah seni. Sampai saat ini ada 4 kesenian yang intens dijadikan sebagai seni khas asal Pasundan ini, diantaranya Angklung, Calung, Gamelan dan Akustik. Dirinya juga mengatakan bahwa wadah LSGP ini bukan hanya untuk warga KPMJB tapi untuk semua warga Indonesia di Mesir.

Rep. Abdul Fatah Amrullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar