Gandeng KBRI, PPMI Mesir Adakan ‘Tea Time’ Demi Atasi Keamanan WNI - Informatika Mesir

Breaking

Rabu, 13 September 2017

Gandeng KBRI, PPMI Mesir Adakan ‘Tea Time’ Demi Atasi Keamanan WNI



Informatika Mesir-(12/9) PPMI Mesir mengawali program diskusi rutinnya bertajuk ‘Tea Time’, membahas isu terhangat di kalangan Masisir, keamanan. Tidak tanggung-tanggung PPMI menghadirkan Asisten Atase Pertahanan, Protokol dan Kekonsuleran KBRI Kairo sebagai narasumber.

Dibuka dengan pemaparan tentang kondisi terkini Mesir dari tiga sudut penting yang saling mempengaruhi, yaitu kondisi politik, ekonomi dan sosial budaya. Hendrasari Nurhono selaku Asisten Atase Pertahanan RI Kairo menuturkan bahwa kondisi keamanan Mesir saat ini tengah berada di State of Emergency, yang membuat aparat keamanan gencar melakukan sweeping dan pemeriksaan di kawasan-kawasan yang terindikasi menjadi lokasi gerombolan teroris ISIS. “Mendagri menyatakan status Mesir tengah berada dalam kondisi yang tidak aman untuk tiga bulan dari mulai Juli, agustus dan September, namun dalam perkembangannya status ini berlanjut hingga bulan September dan akan masih sampai kemungkinan bulan oktober mendatang” tutur Mayor kelahiran Blitar ini.

Terkait kasus penangkapan WNI yang terjadi, Ninik Rahayu selaku fungsi Protokol dan Konsuler mewakili Dubes LBBP menyampaikan bahwa KBRI sudah melakukan upaya-upaya untuk menanggulangi penangkapan yang terjadi dengan mendatangi langsung Kapolsek tempat penahanan dan melakukan upaya diplomasi yang diperlukan. “kita juga akan membentuk tim yang akan menindaklanjuti urusan keamanan ini, mengubungi pihak Azhar, National Security dan juga pihak-pihak terkait” ucapnya.

Terkait pemeriksaan kelengkapan identitas yang marak terjadi akhir-akhir ini, Amin selaku fungsi Protkon menyatakan bahwa WNI tidak perlu khawatir selama memiliki kelengkapan dokumen keimigrasian. Dan jika ada indikasi bahwa itu adalah pelaku kriminal yang mengatasnamakan aparat harap segera menghubungi KBRI untuk ditangani secepat mungkin.

Selain membahas keamanan, pengurusan izin tinggal pun menjadi keluhan beberapa perwakilan mahasiswa yang hadir di Aula Konsuler kemarin sore. Beberapa mengeluhkan pengurusan izin tinggal yang lama dan semakin membingungkan karena tidak ada prosedur yang pasti. Meski begitu, Sudrajat selaku fungsi Konsuler KBRI Kairo yang bersama tim Viktif yang mengurusi perpanjangan izin tinggal menegaskan bahwa ini bukan karena ulah timnya, bukan juga karena kelalaian, karena memang pengurusan iqomah ini tidak diurusi oleh konsuler saja, melainkan harus melewati Gawazat sebagai keimigrasian, juga harus dilaporkan terlebih dahulu ke pihak National Security yang ini biasanya memakan waktu tidak sebentar.

Ia juga menyayangkan sikap tidak kooperatif Masisir yang menyalahkan tim Viktif atas lamanya pengurusan ini. “Masisir perlu tahu bahwa tim Viktif adalah relawan yang membantu kawan-kawan Masisir mengurusi izin tinggalnya, bukan pegawai ataupun local staff KBRI yang jelas fungsi dan tugasnya, dan di Negara manapun tidak ada WNI yang izin tinggalnya diurusi secara kolektif” Tutur pria asal Garut itu. (Fathulwadi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar