Di Tengah Anggapan Miskin Karya Tulis, Masisir Melalui Sekolah Menulis KMA Aceh Torehkan 6 Buah Karya Tulis Baru - Informatika Mesir

Breaking

Senin, 04 September 2017

Di Tengah Anggapan Miskin Karya Tulis, Masisir Melalui Sekolah Menulis KMA Aceh Torehkan 6 Buah Karya Tulis Baru

Gambar Buku Baru Peserta Sekolah Menulis KMA

Informatika, Kairo – Diadakan sekolah menulis ini agar bisa meng-counter isu miring yang tersebar di Indonesia bahwa Mahasiswa Al-Azhar tidak bisa menulis. Meski di Al-Azhar tidak ada skripsi, para Azhari asal Aceh harus membuktikan bahwa Azhari mampu menulis. Begitulah terang Khalid Muddatstsir, Gubernur Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) saat memberi sambutan launcing 6 buah karya tulis baru sekaligus halal bi halal di Meuligoe, Rumah KMA, Ahad (03/09).

Sekolah Menulis KMA adalah program tahunan yang dibawahi oleh Departemen Publikasi. Program ini bertujuan untuk memfasilitasi para pesertanya untuk menghasilkan buah karya tulis. Program sekolah ini terbagi dalam tiga bidang, bidang fiksi, non-fiksi dan tarjamah. Sedangkan para peserta dibebaskan untuk memilih bidang apa yang mereka minati.

Sekolah menulis ini pertama kali digagas oleh ustaz Faqih Bin Yusuf, dan sekarang diketuai oleh Teuku Fikri Asalami, uniknya ketua program sekolah ini dijuluki sebagai kepala sekolah. Dalam sekolah ini berlaku pula Surat Peringat (SP) dan juga Drop Out (DO) bagi para peserta yang tidak bisa mengikuti program dengan penuh disiplin.

Khalid menegaskan torehan 6 buah karya tulis ini bukan akhir perjuangan para peserta, masih banyak tahap agar karya-karya ini dikenal dan diminati oleh masyarakat di Indonesia. Sebagai tanda selamat atas selesainya penulisan naskah, enam penulis ini diberikan penghargaan berbentuk ijazah dan sekarang, naskah-naskah tersebut sudah masuk meja percetakan.
Pemberian Ijazah Sekolah Menulis

Berikut enam buah karya tulis dan para penulisnya :
Inilah Jalan Dakwahku (Arif Maulana Ihsan)
Cahaya Keikhlasan (Annaya Nur Bismi)
Cahaya Do’a (Yuliana Iskandar)
Tak Seindah Cinta Rasulullah (Rahmat Setiawan)
Sekilas Mengenal Ushul Dakwah Jama’ah Tabligh (Muniruddin Bin Abdullah)
When I’m in Shadow (Nada Thusina)

Rep. Tengku Masyithoh
Red. Abdul Fatah Amrullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar