Canangkan Masa Depan Gemilang, Dewan Pengurus KPMJB Adakan Bincang Santai bersama Dosen UPI Bandung - Informatika Mesir

Breaking

Sabtu, 16 September 2017

Canangkan Masa Depan Gemilang, Dewan Pengurus KPMJB Adakan Bincang Santai bersama Dosen UPI Bandung

Dr. Syahidin, M.Pd saat mengisi materi

Informatika Mesir, Kairo - Dewan Pengurus Kabinet Istimewa KPMJB mengadakan Bincang Santai bersama dosen ternama Indonesia yang tengah melakukan penelitian sistem pendidikan di Mesir. Acara ini dihelat di Aula Pasanggrahan KPMJB dan dihadiri oleh segenap warga Masisir asal Jawa Barat, Jum'at, (14/09).

“Kalian adalah seperti apa yang Allah siratkan dalam QS 3:110, yaitu sebaik-baiknya umat yang menyerukan kebaikan kepada manusia serta melarang kemungkaran, kalian juga adalah orang-orang pilihan yang bisa mengamalkan apa yang disenandungkan Imam Syafi’i karena melakukan rihlah demi ilmu dan perbaikan,” ucap Dr. Syahidin, M.Pd mengawali perbincangan usai salat Maghrib berjamaah. Dalam kesempatan ini pemateri membahas tuntas tema acara Bincang Santai yang berbunyi "Berbincang, Bertukar Pengalaman, Merancang Masa Depan yang Gemilang"; dengan bercerita tentang masa mudanya yang ia habiskan selain dengan studi juga dengan aktif di organisasi-organisasi kepemudaan yang berbasis Islam seperti HMI, PII, HPMI dan organisasi semisal.

Menurutnya, hakikat kegemilangan umat Islam itu adalah kebahagiaan di akhirat, yang merujuk pada QS 28:77, “Ketika berbicara tentang masa depan, maka masa depan kita yang utama adalah kehidupan kita setelah kematian di akhirat kelak, dan masa depan yang gemilang itu berarti adalah surga,” tutur dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang menyelesaikan studi doktoralnya pada tahun 2000 itu.

Acara yang berlangsung lebih dari tiga jam itu berlangsung tertib , bahkan para peserta penuh antusias mendengarkan ‘kuliah’ yang sarat dengan ilmu, perenungan dan pengalaman berharga itu, terlihat dari jumlah hadirin yang tidak berkurang  dari awal sampai akhir acara, juga dari banyaknya prtanyaan saat sesi tanya jawab dibuka. Diantaranya ada Mujamil, mahasiswa Fakultas Ushuluddin tingkat akhir Universitas Al-Azhar yang mengeluhkan kondisi daerah asalnya yang selalu memandang sebelah mata anak asal daerah itu, meski sudah berpendidikan tinggi sekalipun. Dan dengan piawainya, Ketua rombongan sekaligus penggagas penelitian dosen PAI universitas se-Indonesia ke Mesir tahun 2017 itu memberikan solusi teoritis sekaligus praktis terkait masalah yang dikeluhkan.

Karena faktor kesehatan, empat dosen lain yang diagendakan hadir absen dan hanya diisi oleh dosen yang tinggal di kota Bandung.

Rep. Fathul Wadi
Red. Abdul Fatah Amrullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar