KMNTB Adakan Seminar “Peranan Huruf Dhod Dalam Membangun Intelektualitas Pelajar Indonesia” - Informatika Mesir

Breaking

Rabu, 01 Maret 2017

KMNTB Adakan Seminar “Peranan Huruf Dhod Dalam Membangun Intelektualitas Pelajar Indonesia”


Informatika Mesir, Kairo -  Senin, (27/2) Kekeluargaan Mahasiswa Nusa Tenggara dan Bali (KMNTB) mengadakan seminar dengan tema “Peranan Huruf Dhod  Dalam Membangun Intelektualitas Pelajar Indonesia”. Pemilihan tema yang menarik ditambah narasumber yang kompeten menjadikan acara ini penuh sesat dipenuhi peserta. Peserta tidak saja berasal dari Indonesia, namun juga berasal dari dari negara lain, Thailand.
 Tema ini langsung dipilih oleh narasumber sendiri  Dr. Syarafuddin Al-Azhari yang telah menyelesaikan program doktoralnya di Universitas al-Azhar Kairo, Mesir. Beliau juga merupakan pendiri lembaga  pendidikan kawakib Fushaha wadah untuk mempelajari ilmu-ilmu bahasa arab beserta cabang-cabang bahasa.

Acara ini diselenggarakan setelah shalat dzuhur dan dimoderatori  oleh Khairun Nashirin. Dalam pembukaan ia menjelaskan tentang urgensitas bahasa dalam perannya sebagai jembatan ke berbagai ilmu lain. “Acara ini dilaksanakan agar para mahasiswa bisa menggali semangat kembali dalam mempelajari bahasa arab, serta menjaga keotentikan atau kemurnian bahasa, bahasa arab juga sebagai wasilah mempelajari ilmu-ilmu lainya seperti fiqih, aqidah dan ilmu-ilmu syariah lainnya, apalagi sebagai mahasiswa yang belajar di tanah arab tentu harus memilki kemahiran yang mumpuni dalam bahasa arab” ujarnya.

Acara berjalan dengan menarik, Dr. Syarafuddin Al-Azhari menjelaskan materi seminar dengan uslub-uslub yang mudah di pahami para peserta  wal-hasil mereka sangat antusias mendengarkan. “Anda tidak akan pernah menjadi orang yang alim atau faqih jika tidak memilki kemahiran dalam bahasa arab, bisa dilihat dari perjalanan  ulama-ulma terdahulu seperti imam Syafi’i mendalami bahasa arab sebelum belajar ilmu syar’iyah lainnya , layaknya orang yang mengikuti talaqqi di majlis-majlis ilmu hanya sedikit yang dipahami dari penyampaian masyayikh, kenapa ini bisa terjadi ? karena dia belum bisa merasakan indahnya bahasa arab tersebut beserta cabang-cabangnya, bahasa arab sendiri terbagi menjadi dua belas cabang bukan hanya sekedar belajar nawhu saja atau shorof saja di antara cabang-cabang bahasa arab itu ada yang wajib didalami ilmunya, namun ada juga yang tidak terlau wajib didalami seperti ilmu arud “ jelas beliau.

Penjelasan yang begitu luas lantas tidak membuat para peserta suntuk dan kantuk. Sesekali  beliau mengucapkan bahasa Indonesia yang sama persis fasihnya orang Indonesia. “dia orang Indonesia, kamu Indonesia kok gak pakai bahasa arab?” membuat para peserta terkagum-kagum dan tertawa, apalagi beliau dari ras negro yang notabenenya sulit untuk berucap bahasa.

Selain  itu beliau juga membuat bantahan bagi mereka yang mengatakan tidak terlalu perlu belajar bahasa arab untuk mengetahui hukum-hukum syariah. Karena sekarang dengan kemajuan zaman banyak kitab-kitab turats yang telah diterjemah ke dalam bahasa Indonesia.Saya dapati di kamus Munawwir dan kamus Al-Ashri masih banyak terjemah yang salah, kadang-kadang kita pahami isi buku dengan bahasa arab tapi susah diterjemah ke bahasa lain bahkan bisa terjadi kesalahan jika diterjemah maksud dari buku tersebut, serta orang yang hanya baca terjemah atau tidak belajar bahasa arab mereka tidak akan pernah merasakan dzauq atau nikmatnya bahasa arab, bahasa arab bisa bertahan hingga saat ini itu karna keberkahan alqu’an.” Jelas beliau secara gamblang.

Dalam sesi tanya jawab seorang penanya, Salman Alfarisi meminta penjelasan tentang peranan dhod dalam bahasa arab,  “Huruf dhod merupakan salah satu huruf hijaiyyah yang paling sulit diucapkan karna banyak mengandung sifat-sifat huruf di dalamnya, bahkan para ulama banyak yang berbeda paham melafalkan huruf ini. Rasullullah bersabda:
أنا أفصح من نطق بالضاد بيد أني من قريش.

maksudnya adalah dzikrul juz’I arada bihil kulli  menyebutkan sedikit tapi maksudnya keseluruhan, jadi kita belajar bahasa arab secara kaffah mulai dari dasar hingga ke tahap selanjutnya yang lebih tinggi ada tadarruj dari yang paling mudah hingga susah”, ujar beliau secara singkat.
Acara berakhir dengan mencicipi masakan khas Lombok dan shalat ashar berjamaah, sebelum penutupan Abdullah Fatih selaku ketua kekeluargaan KMNTB memberikan sedikit testimoni acara “ salah satu sebab diadakan seminar ini adalah saat  kita melihat Dr.  Syarafuddin Al-Azhari, Dr. fauzi Al-Kunati, Dr. Ahmad Al-Azhari wafidin jebolan Azhar ketiganya ini dipakai oleh Al-Azhar beliau-beliau bisa kita jadikan motivasi. Terutama yang utama dipelajari bahasa arab karena dia ilmu wasilah mempelajari ilmu lainnya, jangan sempat kita beranggapan bahwa bahasa arab ini jadul bahasa inggris yang nge-tren.” Tutup beliau secara ringkas. (Mustafa)

    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar