Dialog Kebangsaan Ketum PBNU di Azhar Syarif - Informatika Mesir

Breaking

Rabu, 08 Maret 2017

Dialog Kebangsaan Ketum PBNU di Azhar Syarif


Informatika, Kairo - Pertama dalam sejarah Nahdlotul Ulama (NU) sejak berdirinya 31 Januari 1926, ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. Said Aqil Siraj Hadir di Mesir sekaligus mengisi dialog kebangsaan umum di Universitas Al-Azhar, Kairo dengan tema, “Peran Ulama Nusantara dalam Peradaban Dunia”, Rabu (1/3/2017) di Auditorium Fakultas Lughah Arabiyyah. Acara dialog ini juga sekaligus acara Launcing Sistem Wakaf Perwakilan Cabang Istimewa (PCI)  NU Mesir.

Prof. Dr. Said Aqil Siraj, MA bertandang ke Mesir dalam agenda  Konferensi Internasional yang diikuti oleh lebih dari 50 negara. Grand Syekh Prof. Dr. Ahmad Al-Tayyib sekaligus Presiden Dewan Cendekiawan Muslim mengundang Kang Said, sapaan akrab beliau selaku ketua umum PBNU. Undangan ini tidak lepas dari misi Nu dalam penyebaran moderasi Islam, NU dan Al-Azhar Al-Syarif mempunyai misi yang sama. Konferensi Internasional ini bertemakan, “Kebebasan, Kewarganegaraan, Keragaman dan Integrasi”.

Kedatangan Ketua Umum Tanfidziyyah NU ini menjadi angin segar bagi Mahasiswa Indonesia Mesir (Masisir). Untuk itu PCI NU Mesir selaku perwakilan organisasi masyarakat terbesar Indonesia ini, telah mempersiapkan penyambutan jauh hari ihwal kedatangan orang nomor satu di NU tersebut. Ilman Muhammad Abdul Haq, ketua tanfidziyyah PCI NU dalam sambutannnya dihadapan Kang Said, Dubes KBRI Mesir, Dewan Syuriah PCI NU Mesir mengatakan bahwa dialog umum ini adalah pertama dalam sejarah NU dimana ketua umum PBNU memberikan ceramah umum di universitas tertua dunia, Universitas Al-Azhar.

Helmy Fauzy, Duta Besar Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Mesir mengatakan bahwa pertemuan ini adalah pertemuan penuh berkah. Ia mengatakan perlunya mengembangkan wacana Islam Nusantara dalam kancah Timur Tengah, hal ini akan menjadi langkah besar bagi kontribusi Islam Indonesia untuk dunia. Dalam kesempatan ini juga alumni Universitas Padjajaran (UNPAD) ini menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama akan menjadi penyumbang besar bagi peradaban Islam dunia apabila bersinergi dengan pemikiran di Timur Tengah.


Dialog Umum bersama Kyai Said Aqil Siradj ini berlangsung hikmat, Kang Said menjelaskan bahwa Agama Islam bukan hanya agama teologi atau ketuhanan dan syari’ah atau hukum-hukum Islam semata, melainkan Islam juga merupakan agama tsaqofah yakni kebudayaan dan juga hadloroh atau peradaban. Beliau menegaskan pentingnya wathaniyyah atau kenegaraan sebelum Agama, “Karena biar bagaimana pun Agama butuh kepada negara”, terang Alumni S3 Universitas Ummul Qura ini. Beliau berpesan kepada hadirin untuk menjaga NKRI, merawatnya dengan persatuan dan mengintegrasikan ilmu di Al-Azhar dengan budaya Indonesia. (Fatah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar