SEMA-FU DAN KSMR GELAR BEDAH BUKU SYAIKH AKRAM - Informatika Mesir

Breaking

Minggu, 26 Februari 2017

SEMA-FU DAN KSMR GELAR BEDAH BUKU SYAIKH AKRAM

red: Salah seorang peserta mengajukan pertanyaan.

INFORMATIKA, KAIRO - Jum’at (24/02) Aula Limas dipenuhi oleh gelak tawa yang riuh redam, pasalnya ada beberapa pertanyaan dari peserta seminar yang tidak begitu dimengerti oleh Syaikh Akram Hassan Morsi, lulusan Universitas Helwan yang menulis riset tentang perbandingan agama. Beberapa mencoba menjembatani dengan bahasa yang dianggap lebih dimengerti, sehingga suasana berubah menjadi lebih hidup karena adanya komunikasi aktif antara pemateri dan peserta seminar.

 Acara dimulai setelah shalat Ashar dengan dimoderatori oleh Muhammad Islami Harsad, Lc. “Acara ini termasuk acara bedah buku terlama di antara acara-acara bedah buku yang pernah diadakan Masisir” ujar Khairunnisa Sumarno, salah satu panitia yang menjabat sebagai anggota SEMA-FU. Ibnu Hafidz, Ketua SEMA-FU Tahun Ajaran 2016/2017 sendiri pun mengakui bahwa berjalannya acara sesuai dengan target yang telah dicanangkan. Baik dari segi keaktifan peserta seminar, jumlah peserta yang hadir, maupun dari lancarnya acara. “Dialog dapat kita nilai interaktif, dan peserta yang hadir pun sesuai dengan target kita. Ini dibuktikan dengan aktifnya penanya, sehingga sesi pertanyaan kita buka sampai dua babak. Perihal peserta, ternyata aula tetap penuh meskipun hari ini ada bentrok dengan acara besar seperti Haul Gus Dur dan wisuda Maquraa,” ujarnya sambil tetap tersenyum. “Kurang lebih ada 90 orang yang hadir sebagai peserta, diliat dari 100 konsumsi yang disediakan ternyata hanya sisa beberapa,” ini dinyatakan oleh  Khairunnisa Nur ‘Aini, sebagai panitia.
               
Buku-buku yang dipajang di standpun ikut habis, mewakilkan semangat antusias Masisir dalam  seminar bedah buku. Ibnu Hafidz juga menyebutkan bahwa urgensi dari diadakannya seminar ini adalah sebagai bekal bagi Masisir dalam menghadapi masyarakat nantinya, bahwa islam bukan hanya menjadi agama nenek moyang harus diikuti. Ia pun berpendapat bahwa cara menyampaikan pengertian tentang islam yang paling mudah adalah dengan mematahkan asumsi-asumsi yang berlawanan dengannya. Sebagaimana sikap Rasulullah dalam menyampaikan dakwahnya kepada kaum Quraisy, yaitu dengan mematahkan keyakinan mereka terhadap berhala, sebelum memasukan keyakinan islam sebagai agama yang benar sekaligus agama yang baru bagi mereka. “Kerja sama antara SEMA-FU dengan KSMR juga karena dijembatani oleh saya yang memang memiliki kedekatan personal diantara keduanya,” jelas Hafidz, yang juga merupakan anggota di KSMR.
Sambutan hangat datang dari peserta yang hadir, sebagaimana Ulfiah Azki dan beberapa temannya "Acara ini sangat bagus dan bermanfaat” tuturnya. “Agenda seperti ini jika lebih sering diadakan akan lebih menarik” kata Rahayu Mediawati Hudaifa, memperkuat penuturan Ulfi.

“Menurut saya pribadi, Syaikh Akram adalah seorang yang normatif, terbukti dengan penuturan beliau yang banyak menukil dari kitab Injil. Mungkin akan lebih baik jika kita dianjurkan untuk membaca dulu buku-buku karangan beliau, agar pertanyaan yang kita ajukan tidak hanya mendapat jawaban ‘ini sudah saya jelaskan di buku’. Jika dari segi acaranya, sepertinya kurang tepat jika disebut bedah buku, malah lebih terkesan seperti launching buku. Ditambah kurangnya informasi tentang kesediaan penjualan buku di acara. Ini dibuktikan dengan pernyataan beberapa teman saya yang mengaku  tidak tahu menahu tentang penjualan buku dalam acara” Ujar Choirotin Nurlathifah, mahasiswi jurusan Ushuluddin tingkat satu, salah satu peserta aktif dalam seminar.
               
“Sebenarnya menarik, namun rasanya kurang pada publikasinya. Saya sendiri baru tahu tentang seminar ini sehari setelah acara dilaksanakan” ujar Neneng Kholilah, mahasiswi tingkat 2 saat diwawancarai di Sahah Indonesia siang ini. (GATRATeam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar