Informatika, Kairo - Haul Gus Dur ke-7 sukses besar
di Mesir. Acara ini diinisiasi oleh Persatuan Pelajar Mahasiswa Mesir Indonesia (PPMI)
bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Mesir dan Garda BMI Mesir. Acara ini sukses
diselenggarakan pada Jum’at, (24/2) di Hadiqoh Dauliyah, Nasr City. Suksesnya
acara ini tidak terlepas dari kehadiran seorang budayawan kharismatik Indonesia,
Sujiwo Tejo. Hadir dalam acara ini segenap Staf KBRI, Utusan KEMENAKER, beberapa
Pembimbing Sahah Indonesia dan ketua
kekeluargaan mahasiswa Indonesia di Mesir.
Acara dipandu oleh moderator ternama Masisir, Abdul
Fahmi dan Mamo. Keduanya membawa agenda dengan menarik sehingga acara tampak
hidup. Lebih dari 300 peserta dari berbagai Kekeluargaan dan organisasi
Afiliatif hadir dalam acara ini. Dalam sambutan ketua panitia menjelaskan bahwa
acara ini bukan milik satu elemen tapi semua elemen yang ada di Mesir. Baik
mahasiswa atau tidak. “Kita rindu sosok perangkul kalangan atas-bawah, sosok
yang penuh cinta, kasih dan sayang”, tegas M. Nurul Mahdi ketua penyelenggara
Haul Gus Dur ke-7 Mesir.
Kemal Haripurwanto yang mewakili pihak KBRI dalam
sambutannya mengungkapkan, masyarakat membutuhkan seorang akademis yang agamis
sekaligus hadir dengan sosok yang sederhana. “mengenang sosok Gus Dur sebagai
upaya penyejuk hati, menyatukan NKRI dan sosok yang memperjuangkan hak seluruh
manusia dan Gus Dur itu cinta damai”, tegasnya dalam sambutan Haul Bapak
Presiden RI ke-3 ini.
Pria lulusan Monash University Of Law, pada kesempatan
ini juga berpesan kepada segenap hadarin agar banyak-banyak membaca buku,
sejatinya dengan membaca kita akan semakin paham arti perbedaan dan tidak
mengkotak-kotakan diri, “jangan bosan-bosan membaca. Semakin membaca, kita akan
paham arti perbedaan dan berbuah toleransi”, pesannya. Sama dengan apa yang
disampaikan Wakil KBRI ini, Presiden PPMI, Ahmad Bayhaqi Maskum juga berpesan
mengenai kebersamaan yang perlu dipupuk di berbagai elemen Masisir, “Dengan
momentum Haul Gustur ini semoga kita semakin cinta persatuan, cinta kedamaian
dan cinta kebersamaan”, tegasnya.
Acara yang dimulai pukul 5 sore ini berjalan
sempurna. Sebelum acara ini, pembacaan kalam ilaahi, pertunjukan dari
Keluarga Mahasiswa Bantern (KMB), penampilan dari perwakilan Expartiat
Indonesia Mesir, pembagian hadiah dan pada akhirnya hadirin sampai pada acara
utama bersama budayawan Sujiwo Tejo. Sujiwo Tejo membawakan kekhasannya
menyihir Masisir, ketika dia burujar, “kita terlalu pontang-panting nyari duit tanpa tau alamatnya,
alamatnya Allah kendaraannya pasrah”, hadirin bertepuk tangan tanda jawaban
persetujuan. Sujiwo Tejo berujar, kepekaan adalah sumber inspirasi.(fatah)
No comments:
Post a Comment