Delegasi Majelis Al’Alami lil A’limat Al Islami Indonesia Kunjungi Masisir - Informatika Mesir

Breaking

Minggu, 19 Februari 2017

Delegasi Majelis Al’Alami lil A’limat Al Islami Indonesia Kunjungi Masisir




Informatika, Kairo –  Sabtu (17/1) Masisir kedatangan tamu istimewa penggugah jiwa. Mereka merupakan Delegasi yang tergabung dalam MAAI (al-Majlis al-Alami lil-Alimat al-Islami). Pada kesempatan ini hadir sebanyak tujuh orang Super Mother yang mengisi sebuah acara dialog interaktif bertajuk “Membincang Indonesia Terkini Perspektif Aktifis Wanita Muslimah” di Aula Konsuler Nasr City.

Ketujuh wanita yang hadir adalah Prof DR Amany Buhanuddin Lubis,M.A., Prof Dr Zaitunah Subhan Fadlan., Dr. Irid Farida Agoes,M.A, Dr. Siti Nusanita Nasution, S.E.ME, Dr. Yaniah Wardani,M.Ag.,  Keseluruhannya merupakan delegasi Majlis Ilmuwan Muslimah International-Indonesia yang merupakan wadah ilmuwan muslimah yang mengkaji masalah-masalah keagamaan, pendidikan, sosial-budaya, komunikasi, ekonomi dan iptek di Indonesia.

Acara ini diadakan atas usulan dari bapak Atase Pendidikan, Usman Syihab. “Bapak Atdikbud, Usman Syihab  menyampaikan kepada PPMI dan WIHDAH tentang kedatangan beliau-beliau dan ini adalah kesempatan emas dan berharga bisa bertemu dengan ketujuh aktivis muslimah yang sangat disayangkan sekali kalo kita tidak mengadakan dialog interaktif bersama kawan-kawan mahasiswa dan pelajar.” Seru Esa yang menjabat sebagai wakil Wihdah.

PPMI dan Wihdah sebagai penyelenggara acara menerangkan bahwa acara ini cukup tiba-tiba. Pada awalnya tidak ada jadwal dialog yang dilaksanakan sekarang, namun dikarenakan ada kesempatan dan kesediaan dari pihak penyelenggara maka acara dapat dilangsungkan. “Persiapan bisa dibilang  mendadak, karena tujuan beliau-beliau adalah untuk melakukan beberapa kunjungan salah satunya Darul Ifta. Persiapannya lumayan cepat ya, bisa dikatakan hanya semalam saja mulai dari pembuatan banner dan cetaknya serta konsumsi.” Tambah Esa.

Materi yang dibicarakan menitikberatkan pada peran mahasiswa luar negeri di ranah pembangunan bangsa. Berbagai materi disampaikan untuk membangun jiwa dan pribadi seorang mahasiswa mulai dari pentingnya  untuk kembali dan membangun bangsa, hingga membangun jaringan dan komunikasi yang baik, juga pentingnya bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar.Salah seorang pemateri Prof. Dr. Amany Baharudin Lubis. M.A. berpesan: ”Negara indonesia tetap membutuhkan kita. Anak bangsa yang berada di luar ngeri itu adalah pilihan dari indonesia, oleh karena itu harus berprestasi dan menyelesaikan study dengan cepat,dan kemudiaan kembali untuk mengabdii.”(Anis)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar