Dinamika PPMI di Ranah Masisir - Informatika Mesir

Breaking

Sabtu, 15 Oktober 2016

Dinamika PPMI di Ranah Masisir

PPMI sebagai poros pergerakan keorganisasian Masisir tak akan pernah sepi dari berbagai kegiatan. Habis satu acara, maka seribu acara akan mengantri untuk diurus. Begitulah sekiranya kalimat yang dapat menggambarkan PPMI dan Masisir dengan segala hiruk-pikuk kesibukannya.Ahmad Bayhaqi Maskum selaku presiden PPMI mengutarakan peran PPMI terhadap Masisir, “Sejatinya PPMI adalah induk dari segala kegiatan yang berada di Masisir.Ia menjadi poros keorganisasiandankegiatan ditengah masyarakat Masisir yang kompleks. Banyak yang datang dari latar belakang berbeda, Maka PPMI hadir untuk menyatukan persepsi dari bermacam ideologi yang ada di Masisir.”
A Bayhaqi Maskum dan Ikhwan Hakim Rangkuti sebagi ketua dan wakil ketua terpilih langsung bergerak merancang pergerakan jangka pendek, dan beberapa program kerja yang memang sengaja dirancang untuk jangka panjang, demi mencapai visi “Menjadikan PPMI yang berkarakter dan KECE (Komunikatif, Edukatif, Cekatan, dan Enerjik).



Meskipun belum lama dilantik, pengurus PPMI tahun ini telah mengadakan beberapa rapat penting yang akan menunjang kehidupan Masisir secara keseluruhan. Diantaranya adalah rapat Ormaba dan rapat dengan parlemen wafidin sebagai bukti realisasi tugas PPMI sebagai wadah pergerakan Masisir.
Dalam mengurusi kedatangan dan orientasi mahasiswa baru, panitia telah terbentuk 2 minggu sebelum Ormaba diadakan. “Dalam Ormaba tahun ini, kita telah mengundang ulama muda Mesir karismatik syekh Usamah Sayyid Azhari.” kata Mahmud Abdullah, ketua Ormaba tahun ini.
Dalam pelaksanaannya, Ormaba tahun ini berjalan selama 5 hari terhitung dari tanggal 20 hingga 24 september 2016. Hari pertama diisi dengan pengenalan Al-Azhar, hari kedua tentang kekeluargaan, hari ketiga tentang kemasisiran, hari keempat tentang almameter, dan diakhiri penutup acara Ormaba dengan outdoor ke Museum terbuka Muiz li Dinillah atau ziarah komplek pemakaman para wali.
Di lain kesempatan, PPMI sempat menyambung silaturahmi dengan Parlemen Wâfidîn (pelajar pendatang). Parlemen Wâfidîn merupakan poros pergerakan mahasiswa Al Azhar non-Mesir. Melalui parlemen inilah akan terkumpul saran ataupun keluhan yang berasal dari organisasi-organisasi pelajar luar negeri secara keseluruhan. Beberapa poin penting yang dihasilkan dari rapat ini diantaranya adalah kesepakatan untuk saling bersinergi dalam menjaga kemanan semua mahasiswa. Dalam rapat ini PPMI dan parlemen juga sepakat untuk mempermudah administrasi akademisi seluruh Masisir mulai dari Markaz Lughah hingga problem-problem yang sering dijumpai mahasiswa S1, S2 dan S3. “Dalam setiap tingkatan akademik, Masisir sering mendapati permasalahan. Maka melalui parlemen dan PPMI, mahasiswa dapat mencurahkan segala keluhan untuk dibawa dan dilaporkan keGrand Syekh al-Azhar.” Ujar presiden yang akrab disapa Abay ini.
Wisuda yang merupakan acara tahunan PPMI juga tak luput dari perbincangan. Acara yang rencananya akan dilaksanakan pada awal Oktober ini hampir bisa dipastikan tidak akan dilaksanakan di ACC karena ACC sedang dalam perbaikan dan tidak mungkin digunakan. Makanya, ada dua kemungkinan tempat diadakan wisuda tahun ini, yaitu Aula Cairo University dan Aula Muhammad Abduh.“Dua aula ini dinilai lebih tepat sebagai pengganti aula ACC yang sedang direnovasi. Karena selain harganya lebih murah, aula ini tidak kalah indah dibanding aula ACC.” Kata Abay. Dalam hal tempat, Masisir dirasa tak akan banyak merisaukan.
PPMI pun berusaha agar Grand Syekh al-Azhar bisa turut hadir pada acara wisuda nanti.“Dalam hal ini kami telah bertemu dengan Dr. Ahmad Fauzi sebagai bagian Idaraat Wafidiin untuk membicarakan masalah kehadiran Grand Syeikh di acara wisuda. Karena itulah yang menjadi evaluasi tiap tahun.” Tambah Abay.
Segera setelah acara wisuda selesai PPMI tak ingin ketinggalan gerak untuk meramaikan aktifitas Masisir. Dalam rangka menghidupkan gairah keilmuan Masisir, Abay dan kawan-kawan mencanangkan sebuah agenda diskusi besar yang meliputi seluruh insan akademi Masisir.“Acara diskusi ini akan kita konsep seperti acara ILC (Indonesia Lawyers Club). Jadi, kami (PPMI) akan menentukan sebuah tema untuk sama-sama dilahap oleh masing-masing peserta dengan dipandu oleh seorang Moderator.” Kata Ikhwan Hakim Rangkuti, Wakil Presiden PPMI.
Meskipun tak surut dari kegiatan, PPMI diharapkan dapat berperan aktif untuk membantu segala bidang di Masisir terkhusus bidang akademisi. Senada dengan hal ini Dr. Usman Syihab yang bertindak sebagai Atase Pendidikan memberikan komentar, “PPMI dalam segala kegiatannya harus menunjang pengembangan mahasiswa baik keterampilan ataupun akademisi. Karena masing-masing mahasiswa punya kecenderungan, maka seharusnya PPMI dengan kegiatannya dapat menyalurkan bakat masing-masing mahasiswa dan tentunya tidak melupakan akademis S1. Karena itu adalah syarat kita untuk bisa survive di dunia luar.” ujar alumnus University of Malaysia ini. (Mustafa, Edy Zamara, Ibnu Idris)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar